Berita

Abhiram Singh/ist

KNPI Desak Myanmar Membuka Diri

SABTU, 11 AGUSTUS 2012 | 18:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyambut baik upaya dan pendekatan yang dilakukan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menanggapi konflik Rohingya, Myanmar. Terbukti, rombongan bantuan kemanusiaan yang dipimpin Jusuf Kalla menjadi rombongan pertama yang diperbolehkan masuk ke sana.

"Konflik Rohingya adalah tragedi kriminal serta pelanggaran HAM berat yang kemudian dikaitan dengan issue SARA. Sepengalaman saya di Myanmar, masyarakat di sana sangat ramah dan anti kekerasan bahkan kriminalitas di antara masyarakatnya saja tidak terlihat sama sekali," ujar Ketua Hubungan Luar Negeri DPP KNPI yang juga Vice Chairman Committee for ASEAN youth Cooperation, KRT. Abhiram Singh Yadav dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi (Sabtu, 11/8).

Sebelumnya, menurut ketua Peradah Indonesia itu, pemerintah Myanmar sendiri menyayangkan adanya pemberitaan terjadinya konflik etnis yang berujung pada konflik agama. Pemerintah Myanmar beranggapan, pertikaian terjadi akibat aksi kriminal di dalam masyarakat yang berujung pada konflik komunal.


"Boleh saja anggapan konflik komunal oleh pemerintah Myanmar, akan tetapi tragedi Rohingya ini telah menimbulan kutukan umat Muslim maupun Umat lintas Agama di berbagai belahan dunia," ungkap Abhiram.

Untuk membuktikan sebenarnya apa yang terjadi, lanjut Abhiram, ini saatnya Pemerintah Myanmar membuka diri terhadap dunia International agar terlaksana investigasi independen oleh PBB ataupun ASEAN.

"Oleh karena itu, saya rasa langkah Jusuf Kalla sudah tepat untuk memimpin hal tersebut dengan pendekatan kemanusiaannya" kata Abhiram.

Abhiram yang pernah mewakili KNPI saat di bawah kepemimpinan Mantan Ketua Umum Dr. Aziz Syamsuddin-Sayed Mulyadi dalam pertemuan ASEAN di Myanmar 2009 silam menyatakan bahwa simpang siur pemberitaan konflik ini terjadi akibat adanya anggapan pemerintah Myanmar yang belum terbuka. Masyarakat internasional kemudian menjadi salah tafsir atas apa yang terjadi di provinsi tersebut.

"Bagi saya, Myanmar adalah salah satu negara terindah yang pernah saya kunjungi. Akan tetapi dibalik keindahan tersebut negara ini sangat tertutup. Apapun kekerasan yang terjadi terhadap kemanusiaan, maka dunia secara luas patut memberi perhatian khusus terhadapnya," tegasnya.

Abhiram menanggapi positif langkah Presiden Myanmar meminta rombongan Indonesia yang dipimpin Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, yang merupakan rombongan pertama yang diperbolehkan masuk ke sana, untuk melihat langsung apa yang terjadi di Sitwee, salah satu kota di Rakhine.

"Semoga ini merupakan langkah awal menuju perubahan di Myanmar untuk membuka diri. Dan kami Pemuda Indonesia siap mendukung langkah-langkah yang diperlukan" pungkas Abhiram yang saat ini duduk sebagai Ketua Luar Negeri KNPI di kepemimpinan Taufan EN Rotorasiko.[dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya