Berita

antasari azhar/ist

Kalau Tidak Transparan, Antasari Bisa Dituduh Memfitnah

SABTU, 11 AGUSTUS 2012 | 16:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar mengaku bahwa dirinya  pernah diundang Presiden SBY ke Istana Negara pada awal Oktober 2008 untuk rapat terbatas membahas langkah menghadapi krisis yang kemudian dikaitkan dengan kasus dana talangan Bank Century.

Tapi, testimoni Antasari lewat wawancara dengan salah satu stasiun televisi berita itu dianggap belum terlalu jelas. Meskipun sudah ada pelurusan dari pengacara Antasari, mantan Ketua KPK itu diminta menjelaskan sendiri dengan lebih gamblang apa yang terjadi saat rapat terbatas di Istana.

"Pak Antasari harus membuka secara utuh apa saja yang dibicarakan di dalam sidang kabinet itu. Lalu arahannya (Presiden) seperti apa. Karena dengan arahannya maka bisa dilihat apakah SBY terlibat atau tidak dalam perkara besar itu," ujar politisi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (11/8).
 

 
Kalau Antasari tidak transparan, maka dia bisa dituduh menyebar fitnah kepada presiden dan tindakan itu tidak baik di tengah era keterbukaan saat ini. Kalau Antasari tidak juga terbuka pada publik, arah pukulan politik akan berbalik kepadanya karena dianggap ikut menyembunyikan kasus sehinga kasus itu cuma menjadi legenda karena tiap orang yang tahu seluk beluknya tak menjelaskan utuh.

"Pak Antasari boleh saja minta perlindungan fisik kepada lembaga yang berwenang untuk jaminan keamanan dia setelah membuka kasus. Tapi lebih penting lagi mintalah dukungan politik dari rakyat," jelasnya. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya