Berita

kombes rikwanto/ist

Kombes Rikwanto: Pemukulan Santri Bukan Kasus SARA Atau Pilkada!

SABTU, 11 AGUSTUS 2012 | 14:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Polda Metro Jaya berharap warga Jakarta tidak mudah terpancing isu SARA menyusul aksi pemukulan terhadap salah seorang santri di Pondok Pesantren Riyadul Mu'minin pada Kamis (9/8).
 
"Kami harap untuk semua masyarakat untuk tidak terpancing isu SARA dan jangan memperkeruh terhadap pemukulan yang terjadi," imbau Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, saat dihubungi JakartaBagus.Com, Sabtu (11/8).

Rikwanto menekankan, aksi pemukulan sama sekali tidak terkait persoalan SARA ataupun masalah pemilihan gubernur DKI Jakarta. Menurut dia, insiden tersebut merupakan konflik antar warga biasa dan bukanlah terhadap relawan salah satu pasangan calon tertentu.


"Pemasalahan ini merupakan masalah murni pidana. Jika memang ada pihak yang memanfaatkan masalah dengan menghubungkan ke Pilkada hingga saat ini faktanya tidak sampai menjurus ke sana," tegas Rikwanto.

Yusuf (31), santri Pondok Pesantren Riyadul Mu'minin di Jalan Tubagus Angke RT 15/10 Nomor 21 Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat pingsan dipukuli beberapa orang, pada Rabu (8/8) sore. Konflik diduga berawal dari insiden salah paham kedua belah pihak  Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto menegaskan, kasus dugaan pemukulan kepada salah satu santri Pondok Pesantren Riyadul Mu'min, Jelambar, Jakarta Barat, berinisial MY, tidak terkait Pilkada DKI Jakarta. Kasus ini murni pidana.

Diketahui dari berbagai sumber, kasus itu merupakan aksi balas dendam setelah Yusuf menampar anak berusia lima tahun berinisial NS satu hari sebelumnya karena ribut bermain di halaman pesantren. Sehari usai penamparan, paman anak kecil itu mendatangi Yusuf dan memukulnya.

Namun insiden ini berkembang menjadi isu SARA pemilukada DKI Jakarta. Santri yang menjadi korban pemukulan diberitakan sebagai relawan tim kampaye pasangan calon gubernur Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Sementara pelaku pemukulan berasal dari relawan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya