Berita

ilustrasi/ist

Sekjen PPP: Masih Ada Ketakutan dalam Ekspresi Keagamaan

SABTU, 11 AGUSTUS 2012 | 10:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ada pernyataan yang selalu terngiang di telinga para pejuang kebebasan yaitu ucapan dari mantan Presiden AS, Franklin Delano Roosevelt .

Menurut dia, ada empat macam kebebasan yaitu kebebasan untuk menyatakan pendapat, kebebasan untuk beragama, kebebasan dari kemelaratan, kebebasan dari ketakutan.

Politisi muda, Romahurmuziy, mengatakan, saat ini di Indonesia, telah ada kemerdekaan pers dan kemerdekaan berekspresi yang sudah berjalan baik malah kadang cenderung kebablasan. Tapi Sekjen PPP itu menilai, kemerdekaan beragama atau mengekspresikan kepercayaan iman belum terealisasi dengan baik.


"Masih ada ketakutan mengekspresikan keagamaan. Ada praktik saling hujat dengan cara-cara anarkis. Semestinya, di negara beradab penanganan cara-cara berekspresi keagamaan harus diselesaikan dengan cara kepemerintahan," jelasnya dalam diskusi "Merdeka Itu Relatif" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8).

Selain itu, tidak semua rakyat Indonesia bisa hidup bebas dari ketakutan dan teror. Contohnya, di bumi Papua yang sehari-hari selalu saja ada kekerasan bersenjata antar sipil dengan aparat maupun dengan kelompok bersenjata misterius.

"Masih belum ada kemerdekaan dari ketakutan," jelasnya.

Dia tegaskan bahwa Pasal 27 ayat 2 UUD 45 termasuk pasal yang tidak diubah dalam empat kali amandemen. Dan di dalamnya diterapkan bahwa tiap warga negara berhak atas kehidupan layak.
 
"Sementara pekerja informal kita lebih dari separuh angkatan kerja, ini tak masuk dalam kemerdekaan. Dan 31 juta rakyat masih hidup miskin," jelasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya