Berita

syahganda nainggolan

Syahganda Nainggolan: Nasionalisme Kita Hancur

JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 | 21:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Persoalan pokok bangsa kita adalah bagaimana menanamkan nasionalisme. Kalau nasionalisme kuat, maka rakyat akan berani melawan asing.

"Kuncinya adalah nasionalisme," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan dalam Dialog Publik: Refleksi 67 Tahun Indonesia Merdeka "Membangun Kemandirian Memperkokoh Kerjasama Global" di Jakarta, Jumat (10/8).

Dialog ini diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Galery Cafe Taman Ismail Marzuki dengan pembicara Ichsanuddin Noorsy, Syahganda Nainggolan, Siti Zuhro dan Suparwan G Parikesit.

Syahganda menegaskan bahwa bangsa kita memang dirampok asing dan elit kita yang bekerjasama dengan pihak asing dari jaman Belanda hingga sekarang.

"Cukuplah sudah rakyat ditindas terus sejak zaman penjajahan. Kalau nasionalisme kita kuat akan berani melawan asing seperti Iran. Kalau tidak bandit-bandit tetap akan melakukan perampokan di negara ini," ungkapnya.

Tak hanya itu, UU kita semua diproduksi kapitalis. Terakhir yang diuji materi di Mahkamah Konstitusi adalah UU 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. "UU Migas itu melegalkan penjarahan dan perampokan-perampokan migas kita," tegasnya.

Makanya, Syahganda heran dengan pernyataan wakil Menteri ESDM yang membiarkan asing mengelola sumber daya alam dengan alasan daripada tanah tanah kita tidak bertuan. Hal ini menurut Syahganda karena bangsa ini tidak memiliki teknologi untuk mengelola sumberdaya alam.  "Kalau mau mandiri dan berdaulat kita harus menguasai teknologi dan tidak bergantung pada asing," tegasnya.

Saat ini kita menghadapi problem nasionalisme dari dalam negeri. Papua sudah bergolak menuntut fifty-fifty dengan Indonesia. Aceh sesungguhnya sudah "negara sendiri" yaitu Negara Aceh Merdeka. Bahkan yang paling mengkhawatirkan pasal 6 UUD 4D yang sudah diamandemen sehingga siapapun bisa jadi presiden meski bukan orang Indonesa asli. "Apa nanti orang China dan Arab bisa menjadi presiden asli," tandas Syahganda.

Revolusi

Karena itu, dalam Dialog Publik tersebut, Syahganda meminta mahasiswa untuk bergerak. Karena kuncinya adalah revolusi. Caranya mengingatkan elit-elit khususnya para capres.

"Kalau ada capres-capres  yang masuk kampus lempari saja dengan telor busuk. Sekarang adalah dunia setan, dunia iblis. Jadi kalau lihat capres-capres lewat, lempar saja pakai telor busuk. Supaya  capres-capres yang manula (manusia usia lanjut) itu malu," demikian Syahganda. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya