Berita

rizal ramli/ist

PILPRES 2014

Deklarasi DR. Rizal Ramli Tipiskan Isu Jawa-Non Jawa

RABU, 08 AGUSTUS 2012 | 19:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pendeklarasian mantan Menko Perekonomian DR. Rizal Ramli sebagai calon presiden alternatif dinilai sebagai sebuah kemajuan. Apalagi, dalam konteks demokrasi, pendeklarasian tersebut semakin menipiskan isu Jawa-non Jawa sebagai pakem dalam rekrutmen pimpinan nasional.

"Berbahaya kalau bangsa ini masih saja membangun demokrasi atas pemikiran jawa-non jawa. Demokrasi sehat tidak boleh dikaitkan dengan isu-isu kesukuan," ujar pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 8/8).

Seperti diketahui, Senin kemarin (6/8), Sudir Santoso, Ketua Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara, organisasi kepala desa seluruh Indonesia, di Kudu, Nganjuk, Jawa Timur, mendeklarasikan DR. Rizal Ramli sebagai calon presiden alternatif pada pemilu 2014. Pengusungan itu didasarkan pada integritas dan kapabilitas yang dimiliki DR. Rizal Ramli, bukan karena isu primordialisme seperti yang dilakukan elit-elit politik lain.


Sebagai preferensi psikologis wajar saja seseorang memilih presidennya berdasarkan kesukuan. Tapi, tegas Asep, Demokrasi tidak menerima kalau kemudian isu-isu kesukuan seperti jawa dan non jawa dijadikan syarat mutlak dan formulasi dalam rekrutmen calon presiden.

"Jangan sampai wacana Pilpres hanya berhenti pada figur Jawa-non Jawa. Tidak bisa non jawa dianggap tidak lebih baik dari jawa," tandas dia.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya