Berita

imam nahrawi/ist

Sekjen PKB Bela Rhoma Irama

RABU, 08 AGUSTUS 2012 | 17:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Polemik seputar ceramah pedangdut H.Rhoma Irama yang dituding menyinggung persoalan SARA mendapat atensi khusus Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi.

Menurut Imam Nahrawi, ucapan si "Raja Dangdut" di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, sama sekali tidak bermaksud menyudutkan salah satu kandidat dalam Pilgub DKI.

"Panwaslu harus hati-hati menangani Bang Haji Rhoma, karena ia seorang kiai dan mubaligh, maka apa yang disampaikan di masjid yang jamaahnya pasti muslimin atau muslimat, pastinya ayat-ayat Allah dan hadist-hadist Nabi," katanya dalam keterangan pers, Rabu (8/8).


Dia yakin juga, bila nasihat-nasihat yang disampaikan itu menyangkut kepemimpinan, maka itu adalah sesuatu yang benar. Dan kalau hal itu dipersoalkan, pertanyaan besarnya, apakah tempat-tempat ibadah agama lain harus direkam dan dijadikan alat untuk menjerat seseorang?

Anggota Komisi V DPR itu berharap Panwaslu DKI benar-benar bersikap adil dan objektif. Dia yakin, Rhoma Irama bukan bagian dari tim sukses incumbent.

"Panwaslu juga harus bersikap adil dan jujur terhadap pengaduan pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan Jokowi-Ahok. Apakah hal itu juga diproses dan diekspose besar-besaran seperti halnya yang dituduhkan kepada Rhoma Irama," gugatnya.

Dia juga meminta kepada semua pihak agar tidak mempolitisasi kasus ceramah Raja Dangdut. Rhoma Irama adalah warga negara yang sama-sama punya hak menentukan pilihan politiknya dan
berhak juga menyampaikan pilihannya kepada jamaah atau pengikutnya.

"Dalam hal ini DPP PKB menyerahkan persoalan kepada prosedur hukum yang berlaku," tutupnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya