Berita

Marty Natalegawa

Dikecam, Arogansi Israel Tolak Menlu RI

RABU, 08 AGUSTUS 2012 | 11:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sikap arogansi kembali diperlihatkan rezim zionis Israel. Minggu kemarin, Menlu RI Marty Natalegawa bersama menlu empat negara lainnya, Malaysia, Bangladesh, Kuba, dan Aljazair, ditolak masuk Ramallah, Palestina oleh pemerintah Israel. Mereka sedianya akan mengikuti KTT tingkat Menlu Negara-Negara Non-Blok (GNB) di Ramallah.

"Penolakan ini semakin mempertegas bahwa Israel sama sekali tidak menghargai dunia internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka datang untuk kepentingan kemanusiaan tapi ditolak, adalah sikap memalukan," kata Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam (PKTTDI), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hery Sucipto, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, Rabu, (8/8).

Menurut Hery, penolakan itu justru akan semakin membuat posisi Israel terkucil di dunia internasional. Jika Israel benar-benar berkomitmen menegakkan proses perdamaian, maka tidak sepatutnya penolakan itu dilakukan.

"Jika alasan bahwa kelima negara yang ditolak tidak memiliki hubungan diplomatik, maka itu alasan yang dibuat-buat. Lagi pula tempat konferensi adalah di Ramallah yang notabene masuk wilayah Palestina, bukan Israel," papar alumnus Universitas Al-Azhar Mesir ini.

Akibat penolakan tersebut, konferensi GNB yang akan membahas kemerdekaan dan keanggotaan Palestina di PBB, dan diikuti 14 negara itu, batal dilaksanakan. Pihaknya berharap negara-negara besar bersuara terkait hal ini.

"Ini persoalan serius. Menlu Marty ditolak masuk sama halnya melecehkan wibawa Indonesia. Karena itu, Presiden SBY harus turun tangan, minimal mengeluarkan statemen resmi karena hal ini menyangkut martabat bangsa," pungkas Hery. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya