Berita

Usain Bolt

Olahraga

ATLETIK OLIMPIADE 2012

Bolt Sihir Olimpiade

Sukses Pertahankan Gelar, Diganggu Pria Mabuk
SELASA, 07 AGUSTUS 2012 | 09:48 WIB

Gelar ‘Manusia Tercepat Di Bumi’ belum  lepas dari sprinter asal Jamaika Usain Bolt. Pelari berusia 25 tahun ini sukses mem­pertahankan medali emas 100 meter, sekaligus memecahkan rekor Olimpiade atas namanya sendiri.

Laga final yang berlangsung di Olympic Stadion, dinihari ke­ma­rin (Senin, 6/7), Bolt menjadi yang tercepat dengan mencatat­kan waktu 9,63 detik. Hasil ini lebih cepat 0,6 detik dari catatan waktunya di Olimpiade Beijing 2008, yakni 9,69 detik yang menjadi rekor Olimpiade.

Bolt juga sukses mengalahkan sai­ngan terdekatnya yang juga ber­asal dari Jamaika, Yohan Bla­ke yang berhak atas medali per­ak. Blake mencatatkan waktu 9,75 detik diikuti sprinter Ame­rika Serikat, Justin Gatlin, deng­an catatan waktu 9,79 detik dan berhak atas medali perunggu.

“Saya sudah merasa senang sejak turun di ronde pertama dan saya merasa mampu memper­ta­hankan medali ini . Saya sedikit khawatir mengenai start saya. Ini memang bukanlah reaksi ter­baik di dunia. Namun, saya ber­henti untuk mengkhawatirkan­nya. Coba lakukan saja dan itu berhasil,” kata Bolt seperti dilan­sir BBC.

Medali emas yang diraihnya di nomor lari paling bergengsi ter­sebut sekaligus menjawab kera­gu­an publik selama ini. Seperti di­ketahui, setelah tampil gemi­lang di Olimpiade Beijing 2008 de­ngan meraih tiga emas dan me­me­cahkan rekor dunia di Ke­jua­raan Dunia Atletik 2009 (9,58), prestasi Bolt menurun drastis.

Di 2010, Bolt tidak meraih ge­lar satu pun di ajang bergengsi, se­telah cedera achilles tendon men­deranya. Di 2011, pamornya bah­kan kalah dari rekan sene­ga­ranya, Yohan Blake, yang meraih titel di Kejuaraan Dunia Atletik di nomor elit, 100 meter.

Sedikit fakta di atas itu mem­buat Bolt dinilai tak lagi mampu bersinar di London musim panas ini dan publik lebih menjagokan Blake.

Prediksi itu setidaknya terbuk­ti ketika Bolt hanya menempati urutan sembilan di babak perta­ma nomor 100 meter dengan 10,09 detik. Catatan itu membaik di semifinal ketika Bolt meraih waktu 9,87 namun masih kalah dari Blake (9,85 detik) dan Justin Gatlin (9,82 detik).

Namun, semua prediksi berba­lik di babak final, mental serta motivasi untuk menjadi yang ter­baik lagi, jadi modal Bolt meraih emas. Betul saja Bolt membuk­ti­kannya dengan me­raih medali emas plus meme­cahkan rekor Olimpiade atas namanya, yakni 9,63 detik.

“Di atas lintasan lari saya bi­lang, ‘orang-orang boleh berkata apa pun’ dan yang mereka bisa lakukan hanya terus berbicara. Itu jadi motivasi saya saat turun di kejuaraan,” tegas Bolt.

Insiden kecil sempat terjadi jelang start final lari 100 meter putra. Seorang pria yang diduga mabuk, melempar botol plastik ke arah Bolt ketika juri memberi tan­da “set” kepada delapan pe­lari. Beruntung, botol tersebut ja­tuh di bagian belakang pelari re­kan senegaranya, Yohan Blake. Dan tidak lama pihak keamanan berhasil mengamankan sang pe­lempar botol tersebut.

“Seorang pria telah berteriak ka­ta-kata kasar dan kemudian me­lempar botol plastik sebelum per­lombaan. Dia ditangkap di sta­dion,” demikian pernyataan res­mi Kepolisian London.

Sebelum diamankan, sang pe­lempar botol, yang diyakini te­ngah mabuk, sudah mendapat pu­kulan dari salah satu atlet judo putri Belanda, Edith Bosch. Pe­raih medali perunggu di Olim­piade London itu mengaku telah memukul sang pelempar botol yang berdiri di dekatnya.

“Penonton mabuk telah me­lempar botol di trek di depan sa­ya! Saya sudah memukulnya. Ti­dak bisa dipercaya,” papar Bosch melalui akun Twitter miliknya.

Beruntung, Bolt tidak tergang­gu konsentrasinya, ia juga tidak me­ngetahui ada penonton yang me­lempar botol. “Saya hanya men­dengar ada insiden itu, tapi saya tidak melihatnya. Aku tidak mendukung kekerasan. Jadi, aku menyesal mendengar kejadian ini,” tuntas Bolt. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya