Berita

ilustrasi, road race

Olahraga

Fadly Cs Dihadang Jatim, DIY, Jateng

Jelang PON 2012
SENIN, 06 AGUSTUS 2012 | 09:06 WIB

Pengprov IMI DKI telah menargetkan tiga emas untuk cabang balap motor di PON 2012 September mendatang. Kendati demikian jalan untuk mencapainya tak semudah mem­­balikkan telapak tangan.

DKI harus bersaing dengan DI Yogyakarta yang diperkuat rider papan atas Hendriansyah dan Florianus Roy, Jawa Ti­mur, dan Jawa Tengah.

“Jatim sangat mendominasi di PON 2008. Riau juga meru­pakan kuda hitam karena seba­gai tuan rumah mereka tentu hapal mati sirkuit Bangki­nang,” kata Ketua Pengprov IMI DKI Judiarto di Jakarta, kemarin.

Cabang balap motor mem­pe­rebutkan empat emas, dianta­ra­nya dua untuk beregu dan per­orangan 110 cc dan dua lagi un­tuk beregu dan perorangan 125cc. DKI akan menurunkan Rey Ratukore, Muhammad Nur­­gianto, Rafid Topan dan Mu­­hammad Fadly sebagai ri­der cadangan.

Cabang balap motor akan menggunakan satu merk ken­daraan, yaitu Yamaha. Sedang ban juga menggunakan satu merk, Corsa. “Dengan demiki­an, kemenangan nanti bukan ditentukan oleh mesin kenda­ra­­an yang modern, tapi murni dari skill pembalap,” kata Judiarto.

Ketua Bidang Pembinaan Pres­tasi IMI DKI Muhammad Siddik IMI akan memper­tang­gungjawabkan segala bantuan KONI DKI selama dalam pe­lat­da dengan prestasi.

“Dukungan KONI DKI da­lam mendanai atlet dalam pe­lat­da akan dibayar dengan me­dali emas. Apalagi kalau target ini tercapai, maka uang saku atlet pelatda akan dibayar un­tuk enam bulan ke belakang se­suai atlet prioritas,” kata Siddik.

Sempat beredar rumor, balap motor di Pekan Olahraga Na­sio­nal (PON) dimajukan dari jad­wal yang sudah beredar menjadi 2-4 september. Ala­san­nya, penyesuaian dengan jadwal balap motor nasional. Pula konsentrasi pembalap bi­sa lebih fokus, usai melaksa­na­kan Lebaran.  Namun bela­ka­­­ngan jadwalnya kembali men­­jadi  9 – 11 September.

“Kami ingin menguasai ca­bang balap motor. Jika terca­pai, akan sangat membantu kon­tingen DKI yang juga men­targetkan juara umum PON,” kata Judiarto. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya