Berita

zaki iskandar

PEMBANTAIAN MUSLIM ROHINGYA

Indonesia Perlu Membuat Regulasi soal Pengungsi

SENIN, 06 AGUSTUS 2012 | 09:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Myanmar adalah bentuk kekerasan negara terhadap warga negara tanpa melihat agama dan suku apa dia berasal.

"Negara membiarkan itu terjadi dan tidak mencegahnya. Ini adalah pelanggaran serius yang dilakukan negara terhadap warga negaranya," ujar anggota DPR RI Komisi I dari Partai Golkar, Ahmed Zaki Iskandar pagi ini (Senin, 6/8).

Sejauh ini Zaki menilai sikap dan langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah cukup positif. Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini, pemerintah Indonesia sudah lebih  terbuka dan inisiatif pemerintah untuk turut serta dalam menangani krisis dan konflik komunal di Myanmar yang tidak kunjung reda. Pemerintah Indonesia, misalnya, sangat terbuka dalam menerima pengungsi Rohingya yang selama ini dipinggirkan oleh pemerintah yang berkuasa di Myanmar.

"Sangat ini, setidaknya, tercatat ada sekitar 270 pencari suaka dan 124 pengungsi Rohingya di Indonesia, " ujar Zaki yang juga calon Bupati Kabupaten Tangerang ini.

Namun, bagi Zaki, persoalan masalah pengungsi tidak cukup hanya dengan bersikap terbuka dan menerima pengungsi saja. Pemerintah Indonesia harus sudah secara jelas membuat dan mengatur masalah pengungsi di Indonesia. Untuk itu, yang dibutuhkan ke depan adalah bagaimana membuat kerangka hukum atau regulasi yang jelas tentang masalah pengungsi.

"Regulasi tersebut bertujuan untuk mengatur dan mengelola masalah pengungsian di Indonesia. Selama ini, kita belum mempunyai regulasi yang mengatur masalah pengungsi di Indonesia," tutur Zaki.

Zaki menambahkan, langkah lain yang perlu dikedepankan untuk membantu penyelesaian masalah Rohingya adalah dengan mengintensifkan langkah diplomasi. Sebagai negara yang berpengaruh di Asean maupun Organisasi Konferensi Islam (OKI),  Indonesia harus mendorong agar kedua organisasi internasional ini dapat membantu menyelesaikan konflik di sana.

Indonesia misalnya dapat mendesak Asean dan setiap anggota untuk menekan agar pemerintah Myanmar menghentikan segala bentuk kekerasan terhap etnis Rohingya dalam satu-dua bulan ke depan. Jika tidak, Asean akan memberikan sanksi yang lebih berat terhadap Myanmar sebagai salah satu anggota Asean. Selain itu, Indonesia juga bisa mendesak OKI untuk segera mengagendakan penyelesaian masalah Rohingya dalam waktu dekat.

Sebelumnya, dalam keterangannya kepada pers Sabtu (48), Presiden SBY menyatakan pemerintah Indonesia menyatakan siap berdiplomasi dan melakukan upaya lain untuk menyelesaikannya. Pemerintah berharap konflik ditangani serta
diselesaikan secara bijak, adil, tepat, dan tuntas.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan Pemerintah Indonesia tidak hanya prihatin, tetapi telah, sedang, dan terus melakukan upaya, baik diplomasi maupun upaya lain yang berkaitan dengan isu kemanusiaan atas etnis Rohingya di Myanmar.  [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya