Berita

Nachrowi Ramli akan Melindungi Semua Etnis Termasuk Tionghoa

SENIN, 06 AGUSTUS 2012 | 07:29 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Selama 34 tahun dalam hidupnya Nachrowi Ramli mengabdi sebagai tentara. Dan sebagai tentara, tugas utamanya adalah menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Demikian antara lain disampaikan Nachrowi Ramli saat berbuka puasa bersama sekitar 500 anak yatim dan kaum dhuafa  di Aula Masjid Hikmatul Ilmi Komplek Kodam Jaya, Jalan Cililitan Besar, Jakarta Timur, Minggu petang (5/8). Dalam acara berbuka puasa bersama itu Nachrowi Ramli menyerahkan bantuan secara simbolis kepada tiga wanita lanjut usia dan enam anak yatim.

"Berbekal pengalaman ini (di TNI) saya ingin mengabdikan hidup saya untuk Jakarta," kata Nachrowi Ramli dalam keterangan yang diterima redaksi.

Ia juga menegaskan  dirinya akan melindungi setiap etnis di Jakarta, termasuk etnis Tionghoa.

Nachrowi Ramli lulus dari Akademi Militer pada 1973. Awal kariernya sebagai tentara dihabiskan sebagai perwira intelijen di lingkungan TNI AD. Pada tahun 1986 hingga 1992 Nachrowi Ramli bertugas sebagai Atase Pertahanan RI di Mesir. Sejak tahun 1995 ia berkecimpung di Lembaga Sandi Negara, mulai dari posisi Direktur, Deputi Bidang, Sekretaris hingga jabatan terakhirnya, Kepala Lemsaneg antara 20012 hingga 2008.

Sepanjang kariernya sebagai tentara ia dianugerahi 12 penghargaan dan bintang.

Tahun 2009 Nachrowi Ramli terjun ke dunia politik dan sejak 2010 lalu secara resmi memimpin DPD Partai Demokrat di Jakarta.

Dalam acara berbuka puasa itu, Fanny (38), pengelola lembaga belajar Smart Kids, mengatakan, dirinya mendukung pasangan Fauzi Bowo dan nachrowi Ramli karena sangat memperhatikan kesejahteraan guru.

"Saya sebagai guru mendukung Fauzi Bowo karena berpengalaman di birokrasi," katanya. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya