Berita

Ki Bagus Hadikusumo

Tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 11:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ki Bagus Hadikusumo merupakan salah seorang anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tak hanya itu, tokoh Muhammadiyah itu juga juga ikut merumuskan dasar negara Indonesia bersama Ki Hajar Dewantara dan Muhammad Hatta, Soekarno, Muhammad Yamin, AA Maramis, R Otto Iskandar Dinata, Mas Soetarjo Kartohadikoesoemo dan KH wahid Hasyim.

Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibi mengungkapkan itu dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Minggu, 5/8).

"Beberapa nama yang tersebut diatas sudah dianugerahi pahlawan nasional. Ini seakan ada diskriminasi karena sampai hari ini Ki Bagus Hadikusumo seakan terlupakan oleh pemerintah  padahal sama-sama kita ketahui peran Ki Bagus Hadikusumo bersama Muhammadiyah pada masanya memberikan kontribusi besar terhadap keutuhan NKRI," ujarnya.

Karena itu, pada momentum peringatan proklamasi  Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang, juga bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan, DPP IMM meminta Pemerintah Republik Indonesia  segera memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Ki Bagus Hadikusumo. Karena beliau bukan hanya tokoh pemersatu umat Islam, tapi juga sebagai pemersatu bangsa.

"Dan kami meminta kerpada tokoh-tokoh Ormas dan  partai politik terutama yang berbasis Islam untuk ikut mendukung penganugerahan pahlawan kepada tokoh islam lainnya seperti Kahar Muzakkir,  Kasman Singodimedjo dan lainnya," sambungnya.

Menurut Panitia Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional PP Muhammadiyah,  AM Fatwa, Ki Bagus Hadikusumo layak dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional.

Dalam seminar nasional Ki Bagus Hadkusumo Sang Negarawan yang digelar di Auditorium UHAMKA Limau pada Jumat kemarin, AM Fatwa mengungkapkan sejumlah alasan perlunya penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional pada tokoh Muhammadiyah tersebut.

Pertama, seperti dilansir muhammadiyah.or.id, Ki Bagus Hadikusumo merupakan pahlawan perintis kemerdekaan. Kedua, Ki Bagus Hadikusumo tercatat dalam lembar sejarah sebagai salah satu pemrakarsa Pancasila. Ketiga, Ki Bagus Hadikusumo memiliki visi kenegarawanan.

Menurut Fatwa, visi kenegarawanan Ki Bagus terlihat jelas saat ia menyetujui usulan formulasi sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang tadinya berbunyi, "Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya". Tidak mudah bagi Ki Bagus untuk meloloskan kalimat ini. Namun situasi saat itu sungguh genting, sehingga Ki Bagus berbesar hati demi kesatuan dan persatuan bangsa ini.

Selain memiliki sikap kenegarawanan, Ki Bagus juga dikenal sebagai salah seorang pendiri Angkatan Perang Sabil (APS) yang dibentuk dalam upaya menghadapi Agresi Militer Belanda I Yogyakarta pada 21 Juli 1947. Angkatan Perang Sabil bermarkas di Masjid Taqwa di Kampung Suranatan dan didukung oleh sejumlah ulama Muhammadiyah.

Pengusulan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional pada Ki Bagus mendapat dukungan dari sejumlah tokoh yang menjadi pembicara dalam seminar nasional Ki Bagus Hadikusumo Sang Negarawan, seperti anggota Dewan Gelar, Jimly Asshiddiqie, dan sejarawan Taufik Abdullah serta gurubesar UIN Jakarta, Bachtiar Effendy.  [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya