Berita

as hikam/ist

PILGUB JAKARTA

Strategi Taufiq Kiemas Cuma Tembak Boneka Jerami

JUMAT, 03 AGUSTUS 2012 | 21:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Cara yang ditempuh Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas yang juga Ketua Dewan Pertimbangan PDIP, dinilai tidak akan bisa menghentikan kampanye dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) yang makin marak jelang pemilihan putaran dua Pilgub DKI Jakarta.

Kemarin (Kamis, 2/8), Taufiq Kiemas menyebut isu SARA digulirkan oleh pihak ketiga. Maksudnya, bukan oleh kubu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan kubu Joko Widodo-Basuki T Purnama.

"Kalau bukan kubu Foke dan atau Jokowi, lalu siapa yang menebar isu SARA dalam kampanye Pemilukada putaran kedua? Barangkali Pak Taufiq Kiemas tahu, tapi tidak mau membeberkan. Dan bagi saya, cara seperti ini justru malah merepotkan kedua kubu dan membingungkan publik," ujar pengamat politik dari President University, Muhammad AS Hikam seperti ditulis dalam akun jejaring sosial miliknya belum lama ini.


Ia mengira, Taufiq Kiemas bermaksud ingin membelokkan masalah dan membuat isu SARA sebagai musuh bersama bagi kedua kubu. Tapi, menurutnya, strategi seperti itu jelas tidak efektif karena faktanya kampanye negatif dengan muatan SARA sudah digelar di mana-mana, termasuk di tempat-tempat ibadah, dan dilegitimasi oleh tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat.

"Dengan cara ini TK (Taufiq Kiemas) hanya menembak target "boneka jerami" (strawman) dan tidak akan dapat menghentikan kampanye dengan isu SARA," tandas Doktor lulusan Hawaii bidang Politik itu.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya