Berita

saleh daulay

PEMBANTAIAN MUSLIM ROHINGYA

Indonesia Punya Posisi Strategis Tekan Myanmar

KAMIS, 02 AGUSTUS 2012 | 10:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kondisi muslim etnis Rohingya di Myanmar semakin memprihatinkan. Tragedi kemanusiaan yang mereka alami ini sudah lama menjadi perhatian dunia. Namun sangat disayangkan, sampai hari ini kondisi kondusif dan aman belum dapat diwujudkan di sana.

Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak di dunia, Indonesia dituntut untuk melakukan tindakan-tindakan konkrit dalam menyelamatkan ratusan ribu nyawa para pengungsi itu.

Setidaknya ada 3 langkah yang bisa dilakukan Indonesia. Pertama melakukan diplomasi di dunia internasional untuk menekan pemerintah Myanmar dan junta militernya untuk segera menghentikan semua tindakan kekerasan. Kedua, memberikan bantuan kemanusiaan secara langsung kepada para pengungsi. Ketiga, menampung dan menerima para pengungsi suku Rohingya di Indonesia.

"Kemarin kita dengar pemerintah Indonesia mau memberikan bantuan 1 miliar USD kepada IMF. Bantuan itu kan hanya untuk mengatasi krisis ekonomi. Nah, mengapa Indonesia tidak membantu suku Rohingya yang didera krisis kemanusiaan? Krisis kemanusiaan lebih dharuroh daripada krisis ekonomi," ujar Ketua Komisi Luar Negeri MUI pusat, Saleh P. Daulay,  dalam acara talkshow Peduli Rohingya di MetroTV sesaat lalu.

Selain itu, Saleh juga menilai bahwa pemerintah Indonesia tidak bisa memainkan peran-peran diplomasinya dalam mempengaruhi negara-negara lain. Padahal, Indonesia sekarang ini merupakan negara yang cukup diperhitungkan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada urutan ketiga setelah China dan India. Ditambah lagi, Indonesia saat ini dinilai sebagai negara yang berhasil dalam mengembangkan demokrasi.

"Dengan posisi strategis seperti itu, Indonesia semestinya bisa melakukan hal. Apalagi, Indonesia pernah jadi Ketua ASEAN. Tentu banyak aksi nyata yang bisa dilakukan daripada sekedar menyampaikan pernyataan normatif seperti 'menyesalkan' atau 'mengutuk'. Pernyataan itu harus diiringi dengan tindakan," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya