Berita

Saleh Daulay

Inilah Tantangan Dakwah di Tengah Peningkatan Kelas Menengah

SELASA, 31 JULI 2012 | 00:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ada dua dampak dari berkembangnya kelas menengah di Indonesia. Yaitu, positif dan negatif. Positifnya, dengan berkembangnya kelas menengah, berarti tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia meningkat. Negatifnya, membumikan dakwah akan menjadi sulit karena ada banyak tantangan baru yang muncul.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, ketika menjadi pembicara Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah, "Strategi Dakwah di Kalangan Menengah," di Aula Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta (Senin, 30/7).

Menurutnya, sedikitnya, ada lima tantangan dakwah yang muncul sebagai implikasi dari berkembangnya kelas menengah.

Pertama, terjadi shifting values (pergeseran nilai). Contoh pergeseran nilai itu antara lain adalah sepinya masjid dan musholla pada saat shalat maghrib. Dulu, pada waktu maghrib orang pergi mengaji, sekarang orang lebih senang menghabiskan waktu di depan TV.

Kedua, berkembangnya sikap individualisme. Agenda kelas menengah biasanya diarahkan pada pencarian kepuasan pribadi. Aktivitas di masyarakat menjadi berkurang sehingga kohesivitas sosial menjadi berkurang.

Ketiga, social pathology (penyakit sosial). Masyarakat kelas menengah tidak selamanya menghabiskan uang untuk hal-hal yang positif. Sebagian di antaranya ada juga yang menghabiskannya untuk maksiat seperti judi, minuman keras, seks bebas, narkoba, kenakalan remaja, dan lain-lain.

Keempat, unfair competition (kompetisi tidak sehat). Untuk menaikkan kelas, banyak di antara masyarakat kita yang melakukannya dengan menghalalkan cara. Akibatnya, terjadilah persaingan yang tidak fair di tengah-tengah masyarakat.

Kelima, cultural deviation (pembauran budaya). Teknologi komunikasi informasi yang banyak dipergunakan kelas menengah menyebabkan terbukanya sekat ruang dan waktu. Budaya yang datang dari luar dengan mudah berbaur dengan budaya Islam dan kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu, tidak jelas lagi mana yang asli budaya Islam Indonesia dan mana budaya asing.

"Lihat saja, misalnya, fenomena Lady Gaga. Banyak sekali masyarakat kita, khususnya kalangan muda, yang merasa sangat terganggu dengan pembatalan konsernya. Atas nama kebebasan berekspresi, budaya-budaya seperti itu sudah dianggap tidak tabu lagi," tandas Saleh. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya