Berita

Prabowo Subianto

Wawancara

WAWANCARA

Prabowo Subianto: Ah, Masa Peluang Saya Besar? Pilpres 2014 Masih Lama

SENIN, 30 JULI 2012 | 12:10 WIB

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto  mengaku sedang mengamati dan melihat seberapa jauh dukungan rakyat terhadapnya menjadi capres 2014.

“Kami melihat dulu keinginan di akar rumput. Kalau saya di­minta men­jadi capres, saya siap kalau memang dukungan riil dari ma­syarakat,’’’kata Prabowo Su­bianto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Mengingat pemilu masih lama, kita lihat saja nanti. Kalau nanti dukungan riil dari rakyat, sa­ya maju. Niatnya untuk men­jalankan amanah rakyat dengan  tu­lus. Ini pengabdian untuk bang­sa dan negara,’’ tambah Prabowo.

Berikut kutipan selengkapnya:


Peluang Anda cukup besar menjadi capres 2014, apa komentarnya?

Ah, masa ya peluang saya be­sar. Pilpres 2014 itu kan masih lama.


Apa sikap Anda mengenai itu?

Sikap saya saat ini adalah men­jalankan semua ikhtiar. Kalau memang rakyat benar - benar  ber­harap terhadap saya dan du­kungan riil, maka saya siap men­jalankan amanah itu.


Kenapa nggak langsung de­klarasikan diri sebagai capres seperti Aburizal Bakrie?

Saya mau lihat dukungan rak­yat seperti apa. Kalau ada duku­ngan nyata yang menghendaki saya maju, saya maju.


Siap melawan capres lain?

Kalau sudah ada dukungan yang besar, saya harus siap ha­dapi siapa saja. Lagian kan masih lama pilpres-nya. Saya akan siap maju dengan niat mengabdi ke­pada rakyat dan bangsa Indone­sia.

Menjadi pemimpin memang ha­rus begitu, menjalankan ama­nah se­penuhnya untuk pengab­dian ke­pa­da masyarakat dan bang­­sanya.


 Berbagai hasil survei, nama Anda sering dimunculkan seba­­gai capres, apa komentar­nya?

Ha-ha-ha, kita seharusnya hati-hati dengan survei.


 Berbagai hasil survei, nama Anda sering dimunculkan seba­­gai capres, apa komentar­nya?

Ha-ha-ha, kita seharusnya hati-hati dengan survei.


Kenapa?

Saya rasa semua orang juga sudah banyak tahu mengenai lembaga survei.


Hasil survei yang menempat­kan Anda tinggi karena sering pasang iklan ?

Ah, yang benar. Perasaan kalau dihitung-hitung saya adalah orang yang paling jarang muncul kok.


Jusuf Kalla pernah menyata­kan Pilkada DKI Jakarta ada­lah Barometer Pilpres 2014, apa pendapat Anda?

Saya kira intinya rakyat saat ini menginginkan adanya sebuah perubahan.

Perubahan seperti apa?

Saya melihat rakyat saat ini menginginkan pemimpin yang benar-benar memahami kesulitan rakyat dan menginginkan pe­mim­pin yang bersih.


Apakah Partai Gerindra su­dah melakukan persiapan pileg dan pilpres 2014?

Ya. Gerindra saat ini sedang bekerja keras dan membenahi organisasi, konsolidasi ke daerah-daerah dan melakukan pelatihan kaderisasi. Kita ingin bangun or­ganisasi yang memiliki akar rum­put yang sangat kuat dan kokoh.

Salah satunya dengan membela secara terus-menerus kepen­ting­an rakyat, karena itu memang ci­ta-cita Partai Gerindra.


Bagaimana kalau ada kader yang lompat ke partai lain?

Kalau di Partai Gerindra ada yang pindah partai karena uang, kita malah berterimakasih kalau dia pindah.


Kenapa?

Soalnya kami tidak mengingin­kan kader yang didorong oleh uang. Tapi kami selalu berharap se­tiap kader selalu didorong atas cinta tanah air dan rakyat Indo­nesia.


Apa Anda sering turun ke masyarakat?

Saya memang selalu ke bawah me­nemui petani, nelayan, dan rakyat.


Bicara mengenai petani dan nelayan, apa yang harus dila­ku­kan?

Kita saat ini harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Percaya pa­da kekuatan petani dan rakyat kita sendiri, mungkin sudah sepuluh tahun saya bicara seperti itu. Ber­bicara mengenai swasembada pa­ngan dan ketahanan pangan. Kita juga sudah ingatkan sejak lama jangan tergantung pada negara lain. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya