wawan purwanto
wawan purwanto
"Tapi ini muncul, ada yang memainkan. Karena tak mungkin muncul dengan sendirinya. Pasti ada yang mencoba bermain di air keruh," ujar pengamat intelijen Wawan H. Purwanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 27/7).
Wawan menjelaskan, isu SARA sudah mulai dihembuskan untuk memecah belah masyarakat Jakarta sejak tahun 1999 lalu. Namun, agak sulit berhasil karena masyarakat Jakarta umumnya kalangan terdidik. "Nah, pada Pilkada ini dimanfaatkan lagi. Makanya, jangan terpancing dengan segala macam propoganda yang tidak mendidik itu," imbau Wawan.
Wawan mengakui tidak bisa asal menuduh siapa yang bermain isu SARA tersebut. Karena dalam hukum, perlu ada bukti. "Kalau kita ngomong soal hukum, kita nggak bisa ngomong kalau tidak ada bukti. Artinya menuduh seseorang tanpa ada bukti, dampaknya juga tidak baik," tandasnya.
Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 20 September mendatang ibarat final dalam pertandingan. Karena itu, diyakini semua pihak akan melakukan segala cara untuk mengalahkan lawannya.
"Hanya sekarang black campagin sulit dihindari. Head to head ini kan ibarat final pasti mengerahkan segala cara untuk mematikan lawan. Hanya persoalannya kalau sudah merembet ke isu SARA, harus dewasa menyikapinya," demikian Wawan. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Selasa, 21 April 2026 | 08:19
Selasa, 21 April 2026 | 08:06
Selasa, 21 April 2026 | 07:48
Selasa, 21 April 2026 | 07:35
Selasa, 21 April 2026 | 07:27
Selasa, 21 April 2026 | 07:16
Selasa, 21 April 2026 | 07:10
Selasa, 21 April 2026 | 07:05
Selasa, 21 April 2026 | 06:51
Selasa, 21 April 2026 | 06:29