Berita

wawan purwanto

Awas, Ada Orang yang Memancing di Air Keruh Lewat Isu SARA

JUMAT, 27 JULI 2012 | 10:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang mulai ramai belakangan ini dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta bukan tak mungkin dimainkan oleh pihak ketiga yang ingin memperkeruh suasana.

"Tapi ini muncul, ada yang memainkan. Karena tak mungkin muncul dengan sendirinya. Pasti ada yang mencoba bermain di air keruh," ujar pengamat intelijen Wawan H. Purwanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 27/7).

Wawan menjelaskan, isu SARA sudah mulai dihembuskan untuk memecah belah masyarakat Jakarta sejak tahun 1999 lalu. Namun, agak sulit berhasil karena masyarakat Jakarta umumnya kalangan terdidik. "Nah, pada Pilkada ini dimanfaatkan lagi. Makanya, jangan terpancing dengan segala macam propoganda yang tidak mendidik itu," imbau Wawan.

Wawan mengakui tidak bisa asal menuduh siapa yang bermain isu SARA tersebut. Karena dalam hukum, perlu ada bukti.  "Kalau kita ngomong soal hukum, kita nggak bisa ngomong kalau tidak ada bukti. Artinya menuduh seseorang tanpa ada bukti, dampaknya juga tidak baik," tandasnya.

Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 20 September mendatang ibarat final dalam pertandingan. Karena itu, diyakini semua pihak akan melakukan segala cara untuk mengalahkan lawannya.

"Hanya sekarang black campagin sulit dihindari. Head to head ini kan ibarat final pasti mengerahkan segala cara untuk mematikan lawan. Hanya persoalannya kalau sudah merembet ke isu SARA, harus dewasa menyikapinya," demikian Wawan. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya