Berita

ist

IMM Tuntut Muhammadiyah Tampung Pengungsi Muslim Rohingya

KAMIS, 26 JULI 2012 | 19:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tragedi  pembantaian, pengusiran, penindasan, penyiksaan, pemerkosaan, perampasan, hingga penangkapan muslim Rohingya oleh tentara Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan.

Demikian disampaikan Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibi (Kamis, 26/7).

"Tragedi ini jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dan diarahkan kepada konflik antaragama atau dipicu menjadi isu agama. Tapi ini merupakan isu kemanusiaan  yang mesti disikapai oleh pemerintah Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, penderitaan yang dialami oleh muslim Rohingya ini harus menjadi perhatian seluruh elemen yang ada di Indonesia. Apalagi Indonesia, yang dalam UUD 1945 sudah jelas, dituntut untuk ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

"Berdasarkan amanah di atas, kita sebagai bangsa yang besar hendaknya ikut ambil bagian untuk menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi Myanmar merupakan anggota ASEAN yang pernah dipimpin oleh Indonesia dalam hal ini presiden SBY," ungkapnya.

Selain mengutuk dan meminta pemerintah junta militer Myanmar segera menghentikan pebantaian tersebut, IMM juga mengusulkan kepada PP Muhammadiyah untuk menampung para pengungsi muslim Rohingya yang berjumlah lebih dari 300 orang yang tersebar di seluruh Indonesai terutama anak-anak.

"Pengungsi itu bisa ditampung di beberapa panti asuhan Muhammadiyah yang berjumlah 200 lebih dan (Muhammadiyah) memberikan beasiswa kepada anak-anak tersebut untuk bersekolah dan melanjutkan studi di lembaga pendidikan Muhammadiyah dan perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar diseluruh penjuru tanah air," tegasnya.

"Kami juga mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk segera memberikan suaka politik  kepada para pengungsi yang sudah ada di Indonesia," demikian Fahman. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya