Berita

Kebijakan Pemerintah Hapus Bea Masuk Impor Kedelai Diapresiasi

KAMIS, 26 JULI 2012 | 15:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keputusan pemerintah membebaskan bea masuk impor kedelai dari sebelumnya 5 persen untuk mengendalikan harga kedelai yang melonjak diapresiasi.

"Kita mengapresiasi hal ini sebagai langkah pendek," ujar pengamat ekonomi-politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 26/7).

Tapi, Syahganda tetap heran, kenapa persoalan mahalnya harga kedelai ini kembali terjadi. Dia mengingatkan, tahun 2008, hal yang sama juga terjadi. Karena itu, pemerintah harus bisa mengantisipasi agar kejadian yang sama tidak kembali terulang.

"Menteri Perdagangan perlu melakukan diversifikasi sumber kedelai baik impor dari negara lain dan kedua mengupayakan produsen lokal berkembang," jelasnya.

Saat ini, 75 persen kebutuhan kedelai dalam negeri dipasok dari luar negeri, yang didominasi Amerika Serikat, yang saat ini mengalami kekeringan sehingga mengganggu pasokan kedelai dalam negeri. Tak hanya, masih kata Syahganda, banyak petani kedelai yang beralih menanam jagung karena harga kedelai tidak memberi keuntungan signifikan.

Dia mengakui, kedelai lokal kurang disukai. Tapi hal itu bisa diatasi dnegan menggunakan teknologi pertanian. Perajin tahu dan tempe juga bisa melakukan pencampuran kedelai impor dan lokal dalam berproduksi.

"Tapi bagaimana produk lokal ini bisa ditingkatkan dari 25 persen menjadi bisa 50 persen. Jadi jangan sampai ketergantungan kita 75 persen terus," ungkapnya sambil mengingatkan kembali, untuk menggenjot produksi kedelai dalam negeri, pemerintah harus memproteksi, melindungi, dan mendukung petani kedelai. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya