Berita

Kedelai Mahal, Importir Dicurigai Bermain

KAMIS, 26 JULI 2012 | 14:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebanyak 75 persen kebutuhan kedelai dalam negeri dipasok dari luar negeri, yang didominasi Amerika Serikat. Saat ini, negara Paman Sam tersebut, sedang mengalami kekeringan sehingga mengganggu pasokan kedelai dalam negeri.

"Mahalnya harga kedelai ini karena tingginya ketergantungan pemerintah akan impor kedelai," ujar pengamat ekonomi-politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 26/7).

Saat ini banyak perajin tahu tempe mogok karena mahalnya harga kedelai sebagai bahan baku. Bahkan, harga kedelai sampai Rp 8 ribu per kilogram.

Di samping itu, Syahganda mencurigai permainan importir kedelai yang suka memainkan harga pada saat orang butuh ketenangan dan kestabilan harga, seperti ketika Ramadhan dan Lebaran saat ini.

"(Tapi) sekarang tidak hanya kartel kedelai, tapi semuanya juga bermain dalam situasi sekarang. Importir gula, semua mainanlah. Jadi perlu diselidiki keterlibatan importir yang memainkan harga," ungkapnya.

Menurutnya, pasti ada kaitan antara kekeringan yang melanda negara produsen dengan permainan importir. "Pasti ada kaitan dua-duanya. Dimana ada kejadian seperti ini para pemain cari keuntungan," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya