Berita

Ahmed Zaki Iskandar

Pemerintah Harus Kirim Surat Protes atas Pembantaian Muslim Rohingya

RABU, 25 JULI 2012 | 14:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah diminta segera bersikap atas pembantaian ribuan muslim Rohingya di Myanmar. Pembantaian suku Rohingya merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

"Apalagi pembantaian ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan terus terjadi hingga bulan ini," tutur anggota DPR Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Ahmed Zaki Iskandar (Rabu, 25/7).

Menurut Zaki, saat ini kaum muslim di Rohingya tidak bisa melakukan ibadah Ramadhan dengan tenang. Pasalnya, kekerasan komunal  terus berlangsung di Myanmar Barat, enam minggu setelah pemerintah mengumumkan keadaan darurat.

Untuk itu, politikus Golkar ini mendesak Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa meminta pemerintah Myanmar menghentikan pembantaian kaum muslim Rohingnya. Badan-Badan internasional seperti PBB dan OKI juga harus mengambil tindakan konkrit guna menyelamatkan kaum muslim Rohingnya.

"Langkah paling awal, pemerintah harus mengirimkan nota protes ke kedubes Myanmar," tutur Zaki Zaki yang juga calon Bupati Tangerang dalam Pemilukada Desember 2012 mendatang.

Kaum muslim Rohingya di negara bagian Rakhine (Arahan), Myanmar dibantai oleh kelompok yang diduga dilakukan oleh etnis yang didukung oleh pasukan gabungan keamanan Rakhine. Jumlah muslim yang meninggal di Arakan diperkirakan mencapai 6.000 jiwa. Selain dibunuh, juga terjadi pembakaran, penjarahan, pemerkosaan, serta penangkapan Muslim Rohingya di Negara Bagian Arakan (Rakhine).

Kekerasan, yang mencapai titik paling berdarah terjadi pada bulan Juni, merupakan pertumpahan darah sektarian dan menimbulkan kekhawatiran internasional mengenai nasib kaum muslim Rohingya di Burma. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya