Berita

ilustrasi

Produsen Tahu dan Tempe Mogok, Pedagang Pasrah

RABU, 25 JULI 2012 | 13:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Muhammad Nur hanya bisa pasrah. Sudah dua hari ini dia tak mendapatkan suplai tahu dan tempe dari produsen.

Harga bahan utama pembuat tempe dan tahu, kedelai yang melambung tinggi hingga mencapai Rp 8.000 per kilo pada dua bulan belakangan membuat para produsen tempe dan tahu protes. Karena itulah, ribuan produsen tempe dan tahu se-Jabotabeka melancarkan aksi mogok massal menjual dan memproduksi yang dimulai hari ini hingga Jumat (25-27/7).

"Kalau kedelai per kilonya 8 ribu rupiah, saya mesti jual berapa (tahu dan tempe) sama pembeli. Kan pembeli kasihan," keluh Nur yang keseharian berdagang sayuran di lantai tiga Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu pagi (25/7).

Tahu yang biasanya Rp 1.500 per potong kini naik menjadi Rp 7.500 per potong. Begitu pun tempe dari harga Rp 3.500 per balok menjadi Rp 8 ribu per balok.

Nur juga mengeluhkan sepinya pembeli selama dua hari terakhir lantaran aksi mogok massal yang dilakukan para produsen tempe dan tahu.

"Yaa, namanya ibu-ibu ya mau irit Mas. Mau beli daging sapi mahal, daging ayam mahal, jadi makanan alternatif orang-orang bawah ya tahu dan tempe," sambung pria setengah baya itu, seperti dikutip dari JakartaBagus.Com .

Kata Nur lagi, rasanya tidak wajar bila pemerintah membiarkan harga tempe dan tahu yang notabene makanan masyarakat kelas bawah ikutan naik. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya