Berita

saleh husin/ist

Saleh Husin: Keberadaan Fraksi Tetap Dibutuhkan

RABU, 25 JULI 2012 | 12:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Terpilihnya anggota DPR di parlemen karena atas usulan partai politik bukan atas pencalonan per orangan.  Karena itu, fraksi merupakan kepanjangan tangan dari parpol dalam memperjuangkan garis perjuangannya.

"Jadi saya kira keberadaan fraksi tetap dibutuhkan karena akan lebih mudah untuk koordinasi terhadap anggota-anggotanya," ujar Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 25/7).

Saleh membandingkan, keberadaan anggota DPR berbeda dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Anggota DPD dipilih atas nama per orangan. Karena itu tidak butuh fraksi.

"Ya kita hormati bagi teman-teman yang melakukan judical review karena tentu mereka mempunyai pandangan sendiri. Karena semua komponen masyarakat tentu mempunyai ragam pandangan. Jadi itu sah-sah saja," jelas anggota Komisi V DPR ini.

Hal itu dikatakan Saleh menanggapi uji materi UU 27/2009 tentang MPR, DPD, DPR, DPRD yang diajukan Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK). GNPK meminta Mahkamah Konstitusi membubarkan fraksi di MPR, DPR dan DPRD karena menilai keberadaan fraksi selama ini menyebabkan pemborosan keuangan negara dan juga berpotensi menimbulkan korupsi.

Karena itu, sambung Saleh, pernyataan Ketua DPR Marzuki Ali yang setuju atas pembubaran fraksi, merupakan pandangan pribadi, bukan atas nama lembaga DPR.

Menurut Saleh, kalau mau, sekalian pencalonan anggota DPR tidak perlu lewat partai politik. Tapi langsung per orangan. 

"Nah ini baru tidak perlu ada fraksi. Namun jika semua pihak berkeinginan untuk menghapus keberadaan fraksi maka mari kita bersama merubah UU-nya agar kita selalu taat pada amanat konstitusi," ungkap Saleh.

"Jadi sekali lagi kami hargai perbedaan pandangan dari teman-teman tersebut," tekan Saleh lagi. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya