Berita

Jusuf Rizal

Di Demokrat Terdapat Penjilat, Wajar Ada yang Mau Loncat Pagar

SELASA, 24 JULI 2012 | 16:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sinyalemen bahwa banyak kader Partai Demokrat akan loncat ke partai lain bukan sesuatu yang tak mungkin.

Pasalnya, badai berbagai dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang menjerat kader-kader potensial telah membuat porak poranda kinerja, pertahanan dan citra partai berlambang matahari bintang mercy itu di mata masyarakat.

"Kemungkinan kader PD nyebrang ke partai lain bukan sesuatu yang muskil. Sebab karakter kader PD sebelumnya banyak yang jadi kutu loncat. Begitu dilihat sinar PD mulai ada tannda-tanda meredup, pasti mereka jadi posisi aman," tegas Ketua Umum Federasi LSM Indonesia (FELSMI), HM. Jusuf Rizal di Jakarta, (Selasa, 24/7).

Apalagi, politikus kutu loncat sudah menjadi realitas politik di Indonesia. Lebih-lebih kader-kader Partai Demokrat yang sudah memiliki "pundi-pundi" banyak. "Mereka tinggal cari selamat. Selain di partai itu memang sering diisi sama politikus 'penjilat'. Hanya sedikit politikus secara terang-tengan mundur seperti yang dilakukan anggota DPR RI, Tere," jelasnya.

Karena itu, kalau ada kader partai berlambang bintang mercy itu ancang-ancang nyebrang, bukan berita. Apalagi partai-partai politik sudah menyebarkan formulir untuk maju menjadi anggota dewan. “Kemudian beberapa partai membuka diri mengajak kader potensial bergabung. Bahkan ada yang menjanjikan milyaran bagi kader potensial," tegas Jusuf Rizal yang juga Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat).

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengungkapkan saat ini ada 37 anggota DPR dari lintas partai siang bergabung dengan partainya. Meski, kalangan Demokrat sudah membantah klaim tersebut. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya