Berita

Said-din

Said Aqil Siradj dan Din Syamsuddin Pasti Dilirik

SELASA, 24 JULI 2012 | 11:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemilihan Presiden baru akan digelar dua tahun lagi, yaitu pada 2014 mendatang. Tapi wacana soal siapa yang akan meramaikan bursa dan ikut bertarung sudah menjadi perdebatan hangat, tak hanya di antara politisi, bahkan sudah sampai di tengah masyarakat lewat obrolan warung kopi.

Sejauh ini, figur-figur yang diprediksi akan maju baru dari kalangan partai. Seperti Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Prabowo Subianto, Wiranto dan Megawati Soekarnoputri. Dan figur alternatif-independen seperti Mahfud MD, Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Gita Wirjawan.

Bagi pengamat politik M. Qodari ada tokoh lain yang akan diperhitungkan untuk maju pada pemilihan presiden. Yaitu, dua pimpinan ormas Islam terbesar di Indonesia, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. "Saya kira secara umum keduanya pasti diperhitungkan," ujar Qodari kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 24/7).

Kedua tokoh itu diperhitungkan, karena memimpin organisasi kemasyarakatan yang jumlah pengikutnya lebih banyak dari kader dan simpatisan partai.

"Pengikut NU lebih besar dari PKB; bahkan lebih besar dari semua partai yang ada. Yang pasti juga Muhammadiyah lebih besar dari PAN," ujar Qodari merujuk kepada partai yang kedua ormas itu masing-masing terlibat dalam pembentukannya.

Karena itu, dalam sejarah politik di Tanah Air, tokoh kedua ormas itu selalu diincar untuk jadi calon. Walau kebanyakan hanya jadi calon wakil presiden

"Tahun 2004, Ketua PBNU Hasyim Muzadi digandeng Megawati. Begitu juga Shalahuddin Wahid, yang nota bene Ketua PBNU dengan Wiranto. Bahkan waktu JK (Jusuf Kalla) maju 2009, eksistensinya dikaitkan dengan NU-Muhammadiyah. Amien Rais juga bisa dilihat dalam konteks ini kan," jelasnya.

"Makanya keduanya (Din-Said) sangat mungkin diperhitungkan. Itulah realitas politik kita," tandasnya [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya