Berita

Michael Tene

Wawancara

WAWANCARA

Michael Tene: WNI Korban Tembakan Di Amerika Sudah Membaik

SELASA, 24 JULI 2012 | 10:06 WIB

Kondisi tiga warga negara Indonesia (WNI) yang tertembak di wilayah Aurora, Kota Denver, Colorado, Amerika Serikat, sudah membaik.

Juru Bicara Kementerian Luar Ne­geri Michael Tene menutur­kan, pihaknya sudah  mem­be­ri­kan instruksi kepada seluruh apa­rat pemerintah di pusat maupun perwakilan untuk memperoleh informasi rinci mengenai adanya WNI yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Pak Menlu Marty Natalegawa langsung mendatangi keluarga kor­ban yang berada di Jakarta un­tuk mengungkapkan keprihatinan dan kesiapan Kemenlu untuk mem­berikan bantuan dan fasilitas yang diperlukan,” kata Michael Tene kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, dua WNI yaitu  Rita Pailina (45 tahun), dan Prodeo Et Patria Situmeang (15 tahun) menjadi korban penemba­kan di The Century 16 Movie Theater, 20 Juli 2012, di Aurora, Co­lora­do, Amerika Serikat. Se­be­narnya ada satu lagi warga In­donesia, Anggiat M Situmeang (45 tahun) ikut jadi korban. Tapi, dia bukan lagi WNA karena sudah jadi warga negara Ame­ri­ka. Aksi pe­nem­bakan brutal ter­sebut dilakukan Ja­mes Eagen Hol­mes yang me­nga­ku sebagai ‘Jo­ker’ yang me­ne­waskan 12 orang dan me­lukai 59 penonton film Batman The Dark Knight Rises.

Michael Tene selanjutnya mengatakan, tiga WNI yang ter­lu­ka merupakan satu keluarga, sua­mi, istri dan satu anak.

“Kami terus pantau per­kembangannya,” katanya.

Berikut kutipan selengkpanya:


Bagaimana kondisi WNI tersebut ?

  Informasi terkahir yang kami dapat, kondisinya sudah mem­baik tapi masih di rumah sakit.

Yang terkena tembakan itu Ibu Rita Paulina. Luka tembak Ibu Rita di lengan kiri dan kaki kiri.    Se­­­dangkan anaknya, Prodeo Si­tu­meang menderita luka tem­bak di punggung bawah sebelah kiri. Ka­lau Pak Anggiat M Situmeang menderita luka me­mar di mata sebelah kiri akibat terkena ser­pihan dinding. Keti­ga­nya, lang­sung mendapatkan perawatan.

    

Kapan kira-kira pulih?

Kami berharap, kondisinya cepat pulih semua. Menurut informasi yang kami terima, yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Proyektil pelu­runya yang saat itu masih me­nem­pel di kaki, kini sudah diope­ra­si. Tapi tidak mengenai organ vital.

Serpihan yang mengenai Pak Anggiat Situmeang sudah dike­luarkan, Ibu Rita sudah menjalani ope­rasi, dan anaknya sudah di­izin­kan meninggalkan ru­mah sakit. Karena sudah mem­baik.

Apakah Menlu Marty Nata­le­gawa juga menghubungi pe­merintah setempat?

Nggak. Kan masalahnya sudah ditangani pihak yang berwajib di Amerika Serikat. Pelakunya kan su­dah ditahan. Pastinya ada pro­ses hukum di sana. 


Apa Menlu mendatangi kor­ban di rumah sakit?

Kan sudah ada konsulat jende­ral kita di Los Angeles yang lang­sung melakukan pendampingan. Na­mun, ketika Pak Menlu menge­tahui kejadian tersebut, langsung menghubungi dan men­datangi keluarga korban di Ja­karta untuk memberikan bantuan dan fa­silitas. Kami tidak menda­tangi kor­ban di sana.

   

Bantuan apa yang diberikan Menlu bagi keluarga korban yang ada di Jakarta?

Bantuan dan fasilitas yang diper­lukan. Misalnya kami akan membantu keluarga korban untuk pegurusan datang ke sana seperti pengurusan visa dan sebagainya. Tetapi kondisi terkahir yang ka­mi peroleh, semuanya mulai mem­­baik.

   

Biaya pengobatannya di­tang­­gung siapa?

Semua penduduk Amerika itu sudah ditanggung asuransi. Mes­ki de­mikian kami juga akan mem­fasilitasi sepenuhnya ban­tuan yang diperlukan ter­kait pe­rawa­tan ketiga korban tersebut.

Kemenlu sudah menginstruk­sikan perwakilan RI di sana un­tuk terus melakukan pendam­pi­ngan dalam masa pe­rawatan di rumah sakit.


Ketiga korban ke sana ngapain?

Pak Anggiat itu sudah lama be­kerja di sana, sekitar 10 tahun  la­lu. Anak dan istrinya pun diba­wa ­ke sana. Tetapi masih bersta­tus warga negara kita. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya