Berita

arwani thomafi

Jubir PPP: Peringatan SBY kepada Semua Menteri

SENIN, 23 JULI 2012 | 10:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak merasa tersindir dengan peringatan Presiden SBY agar para menteri yang tidak bisa membagi waktu antara bekerja di kementerian dan di partai politik untuk mundur.

"Tidak. Karena menteri kami bekerja dengan baik. Bisa membagi waktu antara kewajiban sebagai menteri dan sebagai pejabat partai," ujar Jurubicara DPP PPP M. Arwani Thomafi kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 23/7).

Di Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB) ini, ada dua menteri yang berasal dari PPP. Yaitu, Menteri Agama Suryadharma Ali yang merupakan ketua umum partai berlambang kabah tersebut. Dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.

"Dan persoalan jabatan menteri dirangkap dengan partai politik secara konstitusi tidak ada masalah. Sudah ada gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi) juga, (tapi) ditolak," sambung Arwani.

Tak hanya itu, menurut Sekretaris Fraksi PPP ini, peringatan Presiden SBY tersebut juga tidak hanya ditujukan kepada menteri yang berasal dari partai. Tapi, semua menteri darimana pun asalnya.

"Saya pikir pernyatan Presiden itu lebih sebagai perintah presiden kepada seluruh menteri, baik yang ada di partai politk maupun di luar parpol untuk meningkatkan kinerjanya dan tidak terpengaruh oleh gonjang politik saat ini sampai 2014 nanti di akhir masa jabatan menteri," jelasnya.

Meski begitu, anggota Komisi V DPR ini mengatakan Presiden yang berhak untuk mengangkat dan memberhentikan menteri. Makanya, pilihan mundur atau tidak, tentu akan sulit dijawab oleh menteri.

"Ya kalau hemat saya, pilihan itu ada pada presiden dalam konteks kabinet. Karena dalam konsteks kabinet, yang punya hak prerogatif presiden. Presiden bisa mengevaluasi seluruh kegiatan menteri. Untuk memberikan pilihan kepada menteri apakah mundur atau bertahan, tentu merupakan satu hal yang sulit," tandasnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya