Berita

hidayat nur wahid

Mantan Presiden PKS: SBY Harus Bijak, Jangan Membuat Wacana yang Tak Perlu

MINGGU, 22 JULI 2012 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Beragam spekualasi saat ini muncul soal siapa sebenarnya menteri yang tidak bisa membagi waktu sebagai pimpinan partai dan pejabat negara menyusul pernyataan Presiden SBY Kamis lalu. Saat itu, SBY meminta menteri yang tidak bisa membagi waktu karena memiliki tugas di partai politik untuk mundur.

"Pernyataan terbuka yang maknanya juga menjadi terbuka. Karena beliau tidak khusus menyebut menteri yang mana. Karena memang begitu banyak partai yang terlibat dalam kabinet sekarang," ujar mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 22/7).

Ada enam partai pendukung pemerintah. Yaitu, Demokrat, Golkar, PKS, PPP, PAN, dan PKB.

Diakui, sebagaian menteri memang sibuk dengan kerja-kerja politik, apalagi sebagiannya, menjabat sebagai ketua partai. Berbeda dengan PKS, yang sudah sejak awal menegaskan bahwa ketua partai kalau mendapat jabatan publik, harus mundur. "Menurut saya sih lebih bagus beliau menunjuk siapa yang dimaksudkan supaya teka-teki menjadi selesai," ujar Hidayat.

Tak hanya itu, karena Presiden SBY tidak menyebut siapa menteri yang dimaksud, menurut Hidayat, bukan tidak mungkin di antara para menteri juga akhirnya menjadi saling tuding. Dan ini tentu akan membuat suasana kabinet tidak kondusif.

"Sementara kita juga tahu bahwa dari Demokrat, sebagian menterinya tetap menjadi pengurus partai. Bahkan lebih dari itu. Sekarang yang disebutkan membiarkan pejabatnya terlibat dalam korupsi, kasus Hambalang, itu kan akhirnya publik menduga-duga kemana-mana," jelas Hidayat.

Karena itu, sekali lagi, ungkap Hidayat, akan lebih bijak kalau SBY langsung bersikap tegas. Mengganti menteri-menteri yang dianggap sudah tidak fokus bekerja dan menjadi beban baginya. Karena SBY selama ini sudah memproklamirkan perang melawan korupsi, tapi korupsi masih terjadi di beberapa kementerian.

"Beliau kan punya hak prerogatif. Kalau ada yang bermasalah, ganti saja. Daripada membuat wacana yang berkepanjangan yang tidak membantu menyelesaikan masalah," sambung Hidayat.

Menurut Hidayat, kalau memang akan melakukan rombak kabinet, tahun ini 2012 ini adalah tahun yang tepat. Karena bila dilakukan pada 2013, maka unsur politisnya akan dinilai publik terlalu kental. Di samping sang menteri baru juga tidak akan maksimal bekerja karena masih perlu menyesuaikan sementara waktunya sempit. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya