Berita

hidayat nur wahid

Hidayat Nur Wahid Bantah PKS Gamang Tentukan Sikap

MINGGU, 22 JULI 2012 | 13:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Keadilan Sejahtera sampai saat ini belum menentukan sikap politik menghadapi putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 20 September mendatang. Tapi, hal itu bukan berarti PKS gamang.

"Tiga sikap itu terwakili dan mereka tidak gamang. Itu bukan kegamangan. Semua sikap itu pada akhirnya akan ditentukan partai. Dan partai tidak akan gamang," ujar cagub DKI Jakarta dari PKS, Hidayat Nur Wahid, kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 22/7).

Tiga sikap yang dimaksud Hidayat adalah memilih Fauzi Bowo-Nachrowi; mendukung Joko Widodo-Basuki T. Purnama; atau menyerahkan sepenuhnya kepada kader untuk menentukan sendiri siapa yang akan didukung.

Hidayat mengakui, pihaknya mengkaji dengan bijak terhadap semua perkembangan yang ada.

"Karena memang itu tadi, hasil putaran pertama itu memang mengecewakan. Tidak sesuai dengan apa yang sudah dikerjakan secara maksimal oleh kader, kandidat, dan pendukung," jelasnya.

"(Hasil pilkada) tidak sesuai dengan banyaknya dukungan masif, yang secara terbuka disampaikan oleh banyak kelompok termasuk track record yang dimiliki kita semua. Karenanya kami harus berhati-hati dalam membuat keputusan ke depan. Dan itu bukan kegamangan," sambungnya.

Menurut Hidayat, tidak bisa diartikan bahwa partai yang cepat memutuskan sikap politik, massanya sudah mantap dan solid. "Belum tentu juga. Nyatanya, di tingkat akar rumput berbeda-beda juga (pilihannya)," tegasnya.

Karena itu, tekan mantan Presiden PKS ini, PKS belum menentukan sikap politik tidak terkait dengan gamang atau tidak gamang.

"Karena yang paling utama kami harus menjaga soliditas di internal partai. Yang itu merupakan salah satu capaian terbesar yang dihadirkan melalui pilgub. Untuk menghadirkan soliditas itu, kami harus mendengarkan semuanya. Baru kami bermusyawarah untuk mengambil apa yang terbaik. Kader PKS solid. Disampaikan di saat terakhir juga bisa," tandasnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya