Berita

Pemerintah Harus Pro Aktif Sikapi Penindasan Etnis Muslim Rohingya

Aung San Suu Kyi Dikritik
MINGGU, 22 JULI 2012 | 12:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penindasan dan kekerasan yang dialami muslim etnis Rohingya di Myanmar oleh aparat keamanan negeri itu, telah lama berlangsung. Karena itu, kecaman pun terus dialamatkan kepada rezim militer Myanmar.

"Dengan tidak ada penyelesaian dan rezim militer (dan) membiarkan kekerasan, berarti mereka telah merestui adanya pembantaian," ujar pemerhati internasional dari  Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hery Sucipto, Minggu (22/7).

Menurutnya, penderitaan muslim Rohingya harus mendapat perhatian serius pemimpin dunia, terutama lembaga internasional seperti PBB. Indonesia, katanya, juga harus tegas dan pro aktif menyuarakan kasus pembersihan etnis Rohingya tersebut.

"Pemerintah RI harus tegas bersikap menyuarakan pelanggaran HAM berat tersebut. Jika RI tidak tegas sikapnya, sama artinya memaklumi adanya pembantaian massal tersebut," papar Hery.

Ia menegaskan, RI bisa membawa kasus tersebut ke sidang para Menteri Luar Negeri Asean atau jika perlu, diadakan pertemuan antar pemimpin Asean. "Ini soal kemanusiaan, bukan semata pembantaian terhadap kaum muslim. Pemimpin Myanmar bisa diseret ke Mahkamah Internasional dengan tuduhan pembunuhan massal," pungkas Hery.

Alumnus Univeritas Al Azhar Cairo, Mesir, ini pun menyesalkan tidak adanya peranan sama sekali dari pejuang demokrasi dan HAM Myanmar, Aung San Suu Kyi. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya