Berita

presiden sby

Tahu Ada Korupsi Tapi Tak Mencegah, SBY Bisa Dipidana

JUMAT, 20 JULI 2012 | 14:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden SBY dinilai telah melakukan pembiaran praktik korupsi di kementerian. Pasalnya, SBY mengaku mempunyai informasi yang sahih soal korupsi di kementerian tapi tidak melakukan aksi tegas untuk pencegahan.

"Artinya ketika Presiden sudah mengetahui jajaran menterinya bermain-main dengan APBN, berarti ini ada proses pembiaran. Artinya sudah mengetahui, kenapa dia membiarkan, kenapa tidak dihentikan. Nah ini tidak bagus," tegas anggota Komisi Hukum DPR Sarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 20/7).

Karena mengetahui tapi tidak berbuat, tegas Sudding, SBY bisa dipidana karena melakukan pembiaran. "Ketika dia mengetahui berarti dia turut serta dong. Dia membiarkan. Pidana itukan mengetahui, lalu kemudian membiarkan satu tindak pidana, berarti dia melegalkan," sambung Sudding.

Politikus Hanura ini tak bisa menerima dalih SBY yang mengaku memercayakan penanganan semua kasus korupsi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga penegak hukum lainnya.  "Jangan ada satu tindakan  represi penindakan. Tapi bagaimana melakukan  pencegahan. Artinya kalau Presiden sudah tahu dicegah dong, jangan dibiarkan," demikian Sudding.

Ihwal SBY mengetahui adanya aroma korupsi di kementerian dia sampaikan kemarin dalam rapat kabinet. "Saya punya informasi yang sahih, tetapi saya mempercayakan kepada penegak hukum, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) utamanya, ditambah penegak hukum yang lain," ungkap SBY. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya