Berita

ilustrasi

Kemarin Jalurnya, Sekarang Keretanya yang Bermasalah

JUMAT, 20 JULI 2012 | 10:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penumpang kereta api jurusan Serpong-Tanah Abang kembali kecewa akibat pembatalan dan keterlambatan jadwal keberangkatan dari semula. Untuk jadwal pukul 08:30 dari Stasion Rawa Buntu menuju Tanah Abang, keberangkatan dibatalkan karena ada gangguan pada kereta jenis Commuter Line tersebut.

"Batal. (Keretanya) dibawa ke Depo Bukit Duri. Ada gangguan saja. Kurang tahu saya (persisnya)," kata tukang karcis di Stasion Rawa Buntu (Jumat, 20/7).

Kekecewaan penumpang semakin menjadi-jadi tatkala mendengar informasi dari pengeras suara pihak manajemen stasion Rawa Buntu. "Bagi penumpang ke Tanah Abang, kereta yang biasanya berangkat pukul 09:10, saat ini keretanya baru berangkat dari Cisauk ke Parung Panjang terlebih dahulu," begitu informasi yang disampaikan.

Itu artinya, dari Cisauk, kereta akan melewati Stasion Cisayur baru sampai  Parung Panjang. Dari Parung Panjang, barulah kemudian kereta balik arah menuju Tanah Abang melewati Stasion Cisayur, Cisauk, Serpong, Rawa Buntu, Sudimara, Jurangmangu, Pondok Ranji, Kebayoran Lama, Palmerah, terakhir di Tanah Abang.

Apakah pembatalan dan keterlambatan jadwal ini terjadi karena jalurnya belum normal?

"Jalur normal. Sekarang keretanya nggak normal. Kalau petugasnya mah normal terus," jawab sang petugas sambil tertawa kecil.

Akibatnya, penumpukan penumpang tak terelakkan. Tepat pukul 09:40 WIB, kereta berangkat dari Rawa Buntu dengan penuh sesak. Karena itu, sesampai di Sudimara, penumpang yang ada di dalam kereta meminta penumpang lain untuk tidak naik mengingat, kereta sudah penuh sesak. "Sudah penuh Bu. Tunggu kereta berikutnya saja. Sudah mau berangkat dari Serpong," ungkap seorang penumpang.

Kemarin, jadwal kereta api rute Serpong-Tanah Abang mengalami keterlambatan lebih dari 30 menit dari jadwal awalnya. Penyebabnya, KRL jurusan Tanah Abang-Serpong bernomor 754 yang mengalami kerusakan dan tertahan antara stasion Sudimara dan Rawa Buntu sejak sejak Rabu petang. Alat pantograf yang terpasang di atas KRL tersangkut, hingga menyebabkan jalur tersendat. Pantograf tersebut berfungsi untuk mengalirkan listrik.

Akibatnya, dari stasion Sudimara-Serpong, satu stasion setelah Rawabuntu, hanya diberlakukan satu jalur. Kereta api, semua jenis, baik Commuter Line, KRL Ekonomi, atau kereta ekonomi Jakarta-Rangkas Bitung menggunakan jalur tersebut secara bergantian.

Beruntung tadi malam, persoalan itu sudah bisa diatasi. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya