joko widodo/ist
joko widodo/ist
"Ini riak-riak kebencian terhadap status quo. Sementara Jokowi, disimbolkan, memberi harapan," ujar pengamat sosial-politik Adhie Massardi kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 19/7).
Meski begitu, hasil putaran pertama mencerminkan betapa pentingnya harapan bagi rakyat Indonesia. Karena sekarang ini harapan telah ditenggelamkan oleh rezim SBY. Harapan tidak ada korupsi ternyata hilang; sedangkan harapan akan kemajuan ekonomi sirna. Fauzi Bowo, hemat Adhie, adalah representasi rezim SBY.
"Jokowi ini muncul sebagai pelita kecil di dalam kegelapan karena itu dia menjadi tampak. Tapi tidak akan bisa menenerangi kegelapan di Indonesia," ungkapnya.
Dia menyebut Jokowi, panggilan Walikota Solo itu, hanya sebagai pelita kecil, karena hanya bersinar dan sukses di Solo. Karena itu, Joko Widodo hanya memberi harapan bahwa ada kehidupan di seberang sana. "Tapi sekarang pelita kecil tetap diperlukan rakyat Indonesia. Mudah-mudahan, kita berharap ketika di Jakarta, Jokowi itu bisa menjadi obor untuk perubahan," tandasnya. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Selasa, 21 April 2026 | 08:19
Selasa, 21 April 2026 | 08:06
Selasa, 21 April 2026 | 07:48
Selasa, 21 April 2026 | 07:35
Selasa, 21 April 2026 | 07:27
Selasa, 21 April 2026 | 07:16
Selasa, 21 April 2026 | 07:10
Selasa, 21 April 2026 | 07:05
Selasa, 21 April 2026 | 06:51
Selasa, 21 April 2026 | 06:29