Berita

saleh husin/ist

Pemerintah Harusnya Bisa Atasi Gejolak Harga Kebutuhan Pokok

RABU, 18 JULI 2012 | 16:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Desakan agar pemerintah turun tangan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok terus disampaikan. Hal itu terkait dengan harga-harga yang merangkak naik jelang bulan suci Ramadhan.

"Karena tanpa kendali dari Pemerintah, maka harga-harga tersebut akan liar naik sesukanya," ungkap Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/7).

Menurut Saleh Husin, kenaikan harga jelang bulan puasa ini merupakan rutinitas tahunan. Karena itu, menurutnya, hal tersebut harus bisa diatasi. Misalnya menggelar operasi pasar serta cara-cara lain untuk mengatasinya.

"Dengan demikian maka saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa dapat lebih tenang tanpa pusing memikirkan besok harus buka puasa dengan apa karena berbagai harga sembako yang meroket," demikian Sekretaris Fraksi Hanura DPR RI ini.

Menjelang puasa ini, pemerintah memang memberikan toleransi kenaikan harga maksimal 15 persen. Namun, pedagang pasar cuek karena tidak ada sanksi yang konkret.

Seorang pedagang di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur mengaku, harga kebutuhan pokok beberapa hari ini terus naik. Menurutnya, sulit untuk mengendalikan harga, apalagi bagi pedagang kecil sepertinya dirinya. Karena itu, dia hanya mengikuti gerakan liar harga. "Dari pemasoknya memang sudah begitu harganya, mau dia­pain lagi," ujar Mardi kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Dia mencontohkan, untuk harga cabe merah besar sudah naik dari semula Rp 15 ribu per kilo gram menjadi Rp 20 ribu per kilogram atau naik 33,3 persen. "Sejak kemarin harganya naik sekitar Rp 4.000-Rp 5.000 untuk jenis cabe merah besar," ujarnya.

Ditanya soal imbauan pemerintah agar pedagang tidak memainkan harga, Mardi menyatakan belum tahu. Justru, dia minta pemerintah turun tangan mengendalikan harga yang dikhawatirkan makin tidak terkendali. "Harusnya pemerintah yang ngatur harga biar stabil. Kalau kita pedagang kecil cuma bisa ngikutin aja," ungkapnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya