Berita

ilustrasi

Wajib Belajar 12 Tahun di Jakarta Resmi Efektif Mulai Hari Ini

SENIN, 16 JULI 2012 | 13:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melaksanakan Wajib Belajar 12 tahun seiring dengan hari pertama pelaksanaan Tahun Ajaran 2012/2013.

"Wajib Belajar 12 tahun sudah mulai efektif berlaku di tahun ajaran baru ini dan kemarin saya sudah keliling untuk memantau pelaksanaannya. Saat ini, orang tua siswa tidak perlu lagi mengeluarkan biaya lagi, misalnya uang untuk seragam," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto.

Hal itu dikatakan Taufik usai mendampingi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meninjau pelaksanaan hari pertama tahun ajaran 2012/2013 di SMKN 22, Condet, Jakarta Timur, Senin (16/7).

Pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun di Ibukota hari ini berlangsung lancar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, Fauzi Bowo menambahkan SMK diproyeksikan menjadi arus utama di jenjang pendidikan tingkat menengah sehingga pihaknya berencana meningkatkan kualitas siswa serta alumnusnya dengan menyediakan Biaya Operasional Pendidikan untuk setiap siswa serta menyiapkan program sertifikasi.

"Program sertifikasi sedang kita rancang dan segera akan kita terapkan agar alumnus SMK bisa mendapat nilai lebih. Jadi, alumnus SMK yang mendapat sertifikasi bisa mendapat gaji melebihi lulusan SMK non sertifikasi dan bisa menjadikan sertikatnya sebagai agunan untuk modal usaha," jelas Fauzi Bowo seraya mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan dunia usaha terkait program sertifikasi ini.

Untuk menopang program pendidikan di Ibukota, Fauzi Bowo menegaskan pihaknya akan menindak tegas praktik pungutan liar sekolah di Jakarta. Dia mengimbau orang tua murid melaporkan praktik pungli ke Dinas Pendidikan atau langsung kepada dirinya. "Kalau ada terima itu, laporkan ke dinas dan laporkan ke saya," tegas Fauzi. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya