Berita

Abdullah Hehamahua

Wawancara

WAWANCARA

Abdullah Hehamahua: Siapapun & Dari Partai Manapun, Bisa Ditangkap

SENIN, 16 JULI 2012 | 11:03 WIB

RMOL. Penyidik KPK tidak gentar menghadapi Yusril Ihza Mahendra yang ditunjuk sebagai kuasa hukum tersangka kasus Alquran Zulkarnaen Djabar.

Dewan Penasihat KPK Ab­dullah Hehamahua mengatakan, siapapun yang menjadi tersang­ka dalam kasus apa pun mem­punyai hak untuk menggunakan lawyer.

“Zulkarnaen Djabar mempu­nyai hak untuk menggunakan pengacara. Siapa pun orangnya, termasuk Yusril. Bagi kami, sia­papun pengacaranya, nyali penyi­dik KPK tidak ciut,” kata Ab­dullah Hehamahua kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan ki­tab suci Alquran Zulkarnaen Djabar dan Dendi Prasetya telah menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukumnya.

Abdullah Hehamahua selanjut­nya mengatakan, KPK akan tetap bekerja siapa biasa. Dipilihnya Yusril sebagai kuasa hukum Zul­karnaen tidak akan mempenga­ruhi kerja KPK.

“KPK dipastikan kami santai saja. Itu hal biasa bagi setiap orang yang menjadi tersangka un­tuk me­nunjuk pengacara,” katanya.

Berikut kutipan selengkapnya:


KPK nggak gentar meng­hadapi Yusril?

Nggak ada rasa gentar sama sekali. Sebenarnya bukan masa­lah gentar atau tidak gentar. Pe­nunjukan pengacara itu kan hak setiap orang yang menjadi ter­sangka.


Yakin tidak ciut nih?

Ya dong.

Penyidik KPK tidak meman­dang siapa orang itu dan punya ja­batan apa. Kami santai saja. Sa­ya tegaskan, nggak ada persoalan apa pun.

    

Nggak ada langkah-langkah khusus?

Nggak ada. Sama sekali nggak ada langkah-langkah khusus. Itu kan hanya biasa-biasa saja bagi kami.

   

KPK yakin menang?

Mengenai masalah seperti ini bukan persoalan menang atau tidak menang. Tapi kan keten­tuan­nya itu saja. Siapa pun yang ter­seret kasus, itu karena KPK su­dah mengantongi alat bukti. Ka­lau sudah punya alat bukti, sia­papun pengacaranya, itu nggak berpengaruh. Saya rasa tidak ada kaitannya bahwa pengacara itu sebagai pakar apa.

Terserah tersangka saja mau pakai pengacara siapa saja. Tidak pakai pengacara juga boleh atau pengacaranya bukan dari sarjana hu­kum pun tidak apa-apa. Terse­rah dari tersangka saja. Kasus ini kan sudah ditangani penyidik. Saya rasa nggak ada persoalan sa­ma sekali bagi penyidik.


Ada yang menilai, kasus Zul­karnaen Djabar ini penga­lihan isu dari kasus Ham­ba­lang, apa benar?

Saya rasa tidak seperti itu. tidak ada ceritanya untuk pengalihan isu. Bagi KPK, kalau sudah me­menuhi unsur, ya kami tangkap. KPK tidak pandang bulu dalam me­nangani kasus-kasus korupsi. Jika ada alat bukti yang cukup, maka siapa pun dari partai mana pun akan diproses KPK.

Hanya Malaikat saja yang tak bisa ditangkap KPK. Anda tahu kan, kader Partai Demokrat sudah belasan orang yang sudah di­tangkap.

Dari partai penguasa  saja kami tangkap, apalagi yang tidak ber­kuasa. Yang penting, ini per­soa­lan hukum, uku­ran­nya cukup atau tidak­nya alat bukti.

Saat ini tidak ada lembaga ne­gara, ins­titusi pemerintah, atau or­ganisasi masyarakat yang le­pas dari kemungkinan korupsi. Pa­ra pelaku mungkin tidak sengaja me­lakukan korupsi. Tapi se­ba­gian juga tidak tahu bahwa yang dilakukan itu termasuk tindak pidana korupsi.

Hal semacam itu bisa saja terja­di dalam proyek terkait ke­a­ga­maan yang ajarannya jelas-je­las mengharamkan korupsi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya