ilustrasi
ilustrasi
Demikian disampaikan pengamat politik The Indonesian Institute Hanta Yudha kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 16/7) menanggapi fenomena pemilihan kepala daerah Jakarta dan elektabilitas Joko Widodo yang di luar prediksi.
"Terbukti bahkan masih di atas 50 persen pemilih belum mantap menentukan pilhannya. Kalau rilis SMRC (Saiful Muzani Reseach and consulting) pekan lalu 60 persen bahkan belum punya pilihan," jelasnya.
Jadi, munculnya nama-nama lama yang sudah senior dari partai politik seperti Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto mengindikasikan belum dianggap menarik bagi publik. Publik tampaknya masih menanti nama-nama altenatif yang lebih menjanjikan.
"Dugaan saya, akan ada nama-nama baru atau capres alternatif itu. Asalkan partai-partai mau membuka diri dengan membuka kesempatan di luar nama-nama figur senior tersebut. Misalnya partai-partai berani membuka konvensi capres 2014 yang terbuka dan demokratis dan memberi kesempatan kepada yang lebih segar dan muda," tandasnya. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Selasa, 21 April 2026 | 08:19
Selasa, 21 April 2026 | 08:06
Selasa, 21 April 2026 | 07:48
Selasa, 21 April 2026 | 07:35
Selasa, 21 April 2026 | 07:27
Selasa, 21 April 2026 | 07:16
Selasa, 21 April 2026 | 07:10
Selasa, 21 April 2026 | 07:05
Selasa, 21 April 2026 | 06:51
Selasa, 21 April 2026 | 06:29