Berita

geng jaka

Geng Jaka, Berjalan Kaki untuk Berbagi

MINGGU, 15 JULI 2012 | 12:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sekitar 129 orang berjalan kaki dari Metropolis Town Square, Tangerang menuju kawasan pemukiman miskin di tepi kali Cisadane, Tangerang. Jarak  antara dua lokasi itu 5 Km.

Mereka menamakan diri sebagai komunitas Geng Jalan Kaki (Jaka). Geng Jaka merupakan kumpulan orang yang hobi berjalan kaki.

Karena itu, mereka kerap menggelar acara jalan kaki bersama dari satu titik tempat ke titik lain, seperti yang mereka lakukan hari ini (Minggu, 15/7).

Tapi, komunitas ini tak hanya sekadar menyalurkan hobi. Karena, dalam setiap aksi, Geng Jaka menggelar bakti sosial. Bahkan berbagi itu adalah tujuan awal pendirian komunitas tersebut. Saat ini misalnya, Geng Jaka berada di Tepi Kali Cisadane.

"Kami mengunjungi tiap rumah warga dan mendengarkan keluhan. Lalu memberikan santunan, paket sembako," kata penggagas Geng Jaka, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 15/7).

Dahnil, yang juga pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini menyebutkan, anggota Geng Jaka terbuka. Siapa pun yang punya hobi berjalan kaki, bisa bergabung.

Diakui Dahnil, Geng Jalan Kaki berawal dari bangku kuliah. Di kampus, Dahnil mengajarkan mata kuliah Political Economy. Dalam mata kuliah tersebut, terdapat sub bab tentang teori kemiskinan."Kan nggak mungkin bicara (kemiskinan) terus. Kemudian saya minta mahasiswa untuk melakukan survei sederhana, tentang kemiskinan," jelas Dahnil.

Dari penelitian itu, yang kebetulan memilih tempat Tangerang, keluarlah ide untuk melakukan aksi nyata walau hanya sederhana.

"Melakukan aksi rutin dan kecil. Minimal kita bisa berbuat. Akhirnya membentuk penghobi jalan kaki. Karena tidak semua semuanya punya motor. Kampanye akan fokus pada pemberdayaan orang miskin dan kepedulian akan lingkungan," tandasnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya