abdul rasyid
abdul rasyid
Hal itu dikatakan Staf Khusus Menko Perekonomian, Abdul Rasyid kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 14/7) saat dimintai tanggapan soal kritikan masyarakat atas rencana pemerintah yang akan memberikan bantuan kepada IMF sebesar USD 1 miliar. Bantuan ini diberikan untuk ikut menstabilkan ekonomi dunia terkait krisis yang menerpa Eropa.
"Memang berat untuk memberikan (bantuan) pada IMF. Tapi ini bentuk kepedulian kita sebagai warga dunia. Kita kan pernah ditolong oleh IMF. Kalau kita susah, kan dunia juga tak lepas tangan, dunia juga menolong Indonesia. Sebagai balasannya, ketika Indonesia sedang baik seperti saat ini, kita harus ikut menolong dunia," ujarnya.
Rasyid mengungkapkan, rakyat Indonesia harus menyadari, bahwa perekonomian kita tergantung pada ekonomi dunia. Karena itu, perbaikan terhadap ekonomi dunia itu akan juga mempengaruhi ekonomi Indonesia nantinya. "(Jadi) kita tidak bisa melepaskan diri sebagai warga dunia. Inilah bentuk kepedulian kita untuk menyelamatkan perekonomian dunia," ungkap Rasyid.
Selain itu juga, masih menurut Raysid, bantuan ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi Indonesia sudah sangat baik. Dia membeberkan, debt to GDP kita sekarang 24-25 persen. Sementara normalnya adalah di bawah 60 persen.
"Eropa sekarang rata-rata 80-100 persen, Yunani 120 persen. Banyak negara Eropa sangat tinggi debt to GPD ratio-nya. Alhamdulillah Indonesia itu, dengan dinakhodai oleh Pak Hatta Rajasa sekarang, itu sangat membaik ekonominya," imbuh Rasyid.
Pemerintah Indonesia juga tidak ingin pinjaman yang kalau dirupiahkan sekitar sebesar Rp 9,4 triliun itu hanya diberikan kepada negara-negara Eropa, yang sedang dililit krisis. Karena itu, pemerintah akan mengajukan persyaratan, bahwa bantuan itu juga harus disalurkan kepada negara-negara di Afrika dan Asia.
"Ya, ketika bantuan diberikan, kita kan memberikan syarat-syarat kepada mereka. Makanya harus tertulis. Dan harus diingat, bahwa ini pinjaman bukan bantuan. Seperti dulu kita meminjam, kan kita kembalikan. Jadi ini pinjaman yang akan dikembalikan," tegasnya.
Kapan kepastiannya pinjaman itu akan diberikan?
"Nah itu sedang dalam tahap negosiasi. Sedang dalam proses. Kemarin kan (pihak IMF) baru diterima oleh Menko Perekonomian. Juga ada Managing Director Bank Dunia, Ibu Sri Mulyani. Ya sedang dalam proseslah," demikian Rasyid. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Selasa, 21 April 2026 | 08:19
Selasa, 21 April 2026 | 08:06
Selasa, 21 April 2026 | 07:48
Selasa, 21 April 2026 | 07:35
Selasa, 21 April 2026 | 07:27
Selasa, 21 April 2026 | 07:16
Selasa, 21 April 2026 | 07:10
Selasa, 21 April 2026 | 07:05
Selasa, 21 April 2026 | 06:51
Selasa, 21 April 2026 | 06:29