Berita

abdul rasyid

Abdul Rasyid: Pinjaman Indonesia ke IMF bukan hanya untuk Bantu Negara Eropa

JUMAT, 13 JULI 2012 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah Indonesia mengakui bahwa saat ini masih banyak warga negara yang miskin sehingga membutuhkan bantuan.  Pemerintah tidak menutup mata akan hal tersebut.

Hal itu dikatakan Staf Khusus Menko Perekonomian, Abdul Rasyid kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 14/7) saat dimintai tanggapan soal kritikan masyarakat atas rencana pemerintah yang akan memberikan bantuan kepada IMF sebesar USD 1 miliar. Bantuan ini diberikan untuk ikut menstabilkan ekonomi dunia terkait krisis yang menerpa Eropa.

"Memang berat untuk memberikan (bantuan) pada IMF. Tapi ini bentuk kepedulian kita sebagai warga dunia. Kita kan pernah ditolong oleh IMF. Kalau kita susah, kan dunia juga tak lepas tangan, dunia juga menolong Indonesia. Sebagai balasannya, ketika Indonesia sedang baik seperti saat ini, kita harus ikut menolong dunia," ujarnya.

Rasyid mengungkapkan, rakyat Indonesia harus menyadari, bahwa perekonomian kita tergantung pada ekonomi dunia. Karena itu, perbaikan terhadap ekonomi dunia itu akan juga mempengaruhi ekonomi Indonesia nantinya. "(Jadi) kita tidak bisa melepaskan diri sebagai warga dunia. Inilah bentuk kepedulian kita untuk menyelamatkan perekonomian dunia," ungkap Rasyid.

Selain itu juga, masih menurut Raysid, bantuan ini menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi Indonesia sudah sangat baik. Dia membeberkan, debt to GDP kita sekarang 24-25 persen. Sementara normalnya adalah di bawah 60 persen.

"Eropa sekarang rata-rata 80-100 persen, Yunani 120 persen. Banyak negara Eropa sangat tinggi debt to GPD ratio-nya. Alhamdulillah Indonesia itu, dengan dinakhodai oleh Pak Hatta Rajasa sekarang, itu sangat membaik ekonominya," imbuh Rasyid.

Pemerintah Indonesia juga tidak ingin pinjaman yang kalau dirupiahkan sekitar sebesar Rp 9,4 triliun itu hanya diberikan kepada negara-negara Eropa, yang sedang dililit krisis. Karena itu, pemerintah akan mengajukan persyaratan, bahwa bantuan itu juga harus disalurkan kepada negara-negara di Afrika dan Asia.

"Ya, ketika bantuan diberikan, kita kan memberikan syarat-syarat kepada mereka. Makanya harus tertulis. Dan harus diingat, bahwa ini pinjaman bukan bantuan. Seperti dulu kita meminjam, kan kita kembalikan. Jadi ini pinjaman yang akan dikembalikan," tegasnya.

Kapan kepastiannya pinjaman itu akan diberikan?

"Nah itu sedang dalam tahap negosiasi. Sedang dalam proses. Kemarin kan (pihak IMF) baru diterima oleh Menko Perekonomian. Juga ada Managing Director Bank Dunia, Ibu Sri Mulyani. Ya sedang dalam proseslah," demikian Rasyid. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya