Berita

aburizal

Amir RCJ: Golkar Terjerembab, Aburizal Harus Bertanggung Jawab

KAMIS, 12 JULI 2012 | 19:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono hampir dipastikan terjungkal dalam putaran pertama pemilihan kepala daerdah DKI Jakarta yang digelar kemarin (Rabu, 11/7). Bahkan, jagoan Partai Golkar, yang juga didukung PPP dan PDS itu hanya mampu bertengger di urutan kelima, kalah dari pasangan independen Faisal Basri-Biem Benyamin.

Kekalahan pasangan yang mempunyai slogan Tiga Tahun Bisa itu memang sudah bisa diprediksi. Pasalnya, kemunculan pasangan tersebut dinilai sangat dipaksakan.

Demikian disampaikan Kordinator Relawan Cinta Jakarta (RCJ), Amir A. Gofur (Kamis, 12/7). Relawan Cinta Jakarta merupakan kelompok pemenangan Tantowi Yahya, yang sebenarnya berniat maju sebagai calon gubernur dari Golkar.

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei, calon kuat yang seharusnya diusung Partai Golkar dalam Pemilukada DKI Jakarta adalah Tantowi Yahya. Sebab, berdasarkan hasil lembaga survei, popularitas dan elektabilitas Tantowi Yahya cukup tinggi dan hanya kalah tipis dari incumbent, Fauzi Bowo. Selain itu, sejak awal Tantowi juga serius membangun basis massa dan terjun ke kelompok-kelompok masyarakat.

"Harusnya, kalau Partai Golkar konsisten melaksanakan juklak (petunjuk pelaksanaan) Golkar tentang Pemilukada, Tantowi yang diusung," tutur Amir.

Tapi, kenyataannya, kata Amir, sekelompok elit di Partai Golkar, termasuk Ketua Umum Aburizal Bakrie tak mengindahkan juklak tersebut. Tiba-tiba nama Alex Noerdin muncul. Padahal, tidak ada hasil survei yang bisa menguatkan Alex untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Kalaupun ada hasil surveinya, saya yakin popularitas dan elektabilitas Alex Noerdin masih kalah jauh di bawah Tantowi Yahya," ujar Amir.

Tidak transparannya penetapan calon gubernur DKI Jakarta serta dilanggarnya juklak Golkar tentang Pemilukada terbukti dalam Pemilukada DKI Jakarta kemarin. Suara calon yang diusung Partai Golkar ambrol. Jangankan masuk ke peringkat ketiga, sama calon independen saja kalah.

"Hal ini tentu menjadi sinyal bagi Ical dan tim elitnya, agar jangan membuat keputusan yang gegabah, " pungkas Amir. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya