Berita

Jokowi dan Foke Harus Beradu Cepat Gandeng PKS

RABU, 11 JULI 2012 | 19:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Berdasarkan hasil quick count Pilkada DKI Jakarta, hampir dipastikan pasangan Joko Widodo-Basuki T. Purnama dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli akan bertemu pada putaran kedua.

Walau perolehan suara suara Jokowi lebih tinggi dibandingkan Foke, namun kedua kandidat diyakini masih memiliki peluang yang sama untuk keluar sebagai pemenang dalam putaran kedua. Siapa yang paling cepat menarik suara kandidat lain yang kalah, akan memiliki peluang yang lebih besar.

"Kalau dari hasil quick count itu, suara Hidayat-Didik berada pada posisi ketiga. Suara pasangan ini tentu paling menentukan dalam putaran berikutnya. Karena itu, Jokowi ataupun Foke harus segera melakukan upaya untuk mendekati Hidayat dan para petinggi PKS," ujar pengamat politik UIN Syarif Hidyatullah Jakarta, Saleh P. Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 11/7).

Jokowi dan Foke, lanjut Saleh, harus betul-betul memperhitungkan suara PKS ini. Pasalnya, suara PKS dinilai adalah suara yang paling beku. Artinya, jika petinggi PKS berhasil diyakinkan, maka dengan mudah suara itu dialihkan kepada kandidat yang akan didukung pada putaran kedua. Pengalaman menunjukkan bahwa suara PKS selalu solid untuk memenangkan kandidat yang didukungnya.

"Sedikit berbeda dengan suara dari pasangan lain. Suara Alex Noerdin, misalnya, sangat cair. Para pemilih yang mendukung mereka pada putaran satu belum tentu dengan mudah bisa dialihkan untuk memenangkan kandidat lainnya. Untuk mendapatkan suara dari mereka, Jokowi dan Foke perlu melakukan usaha besar dibandingkan hanya sekedar bertemu dengan petinggi partai Golkar," jelasnya.

Untuk mendekati PKS, menurut Saleh, masing-masing kandidat tidak cukup hanya membawa sejumlah konsep pembenahan Jakarta ke depan. Lebih dari itu, para kandidat perlu melakukan deal-deal politik yang dinilai dapat memberikan keuntungan politik bagi PKS. Bagaimanapun, ideologi politik yang sesungguhnya adalah kepentingan. Jika kepentingan PKS terakomodir, mau tidak mau PKS juga pasti tunduk demi mendapatkan keuntungan politik dari proses demokrasi yang sedang berlangsung. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya