Berita

ilustrasi

Hasil Survei Saiful Muzani Reseach and Consulting Ibarat Pedang Bermata Dua

SENIN, 09 JULI 2012 | 11:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Survei-survei tentang para tokoh yang diramal bakal meramaikan pemilihan presiden 2014 mendatang dinilai terlalu prematur dan irrelevan dengan situasi demokrasi yang makin stagnan saat ini.

Misalnya, hasil survei Saiful Muzani Reseach and Consulting yang dirilis kemarin. Bisa jadi, hasil survei lembaga yang didirikan Saiful Muzani itu ibarat pedang bermata-dua.

Di satu pihak, terkesan menebar umpan untuk memancing opini negatif terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Bisa jadi juga malah mempopulerkan dua capres terkaya itu.

"Di pihak lain, menyembunyikan calon-calon lain yang sesungguhnya justru sedang mereka godog. Bisa jadi, rilis itu hanya upaya untuk distraksi publik," ujar Direktur Komunikasi Institute Kebajikan Publik, Andar Nubuwo kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 9/7).

Institute Kebajikan Publik menilai, hasil survei politik memang sangat tergantung pada arah politik survei yang dimainkan lembaga yang bersangkutan. Lembaga survei mana memainkan calon mana hanya soal justifikasi metodologis.

"Institute Kebajikan Publik menyayangkan hampir semua survei politik selama ini telah mendangkalkan makna demokrasi, karena mereka menggunakan definisi minimalis dengan melihat demokrasi semata-mata sekadar sebagai kompetisi elite," ungkapnya.

"Perspektif ini pada gilirannya hanya mereproduksi  diskursus demokrasi elitis," sambung kandidat doktor École des hautes études en sciences sociales (EHESS), Paris, Perancis ini.

Diakui, prediksi-prediksi kontestasi politik kepresidenan masih begitu menarik perhatian kalangan politisi, pengamat dan analis politik, dan media massa. Tapi, dia mengingatkan, prediksi-prediksi semacam itu sungguh tak banyak manfaatnya bagi upaya revitalisasi demokrasi, dan pembebasan ruang publik dari hegemoni politik elit.

Berdasarkan, survei SMRC dan Lembaga Survei Indonesia (LSI), hingga saat ini, belum ada calon presiden yang kuat secara elektoral. Hingga saat ini pula belum ada capres yang memiliki tingkat elektabilitas di atas 20 persen sebagaimana dialami SBY dalam Pemilu 2009.

Berdasarkan survei yang digelar pada 20-30 Juni 2012 dan melibatkan 1.219 responden ini, publik yang belum menentukan pilihan mencapai 60 persen. Sementara itu suara dukungan kepada Prabowo mencapai 10,6 persen, Megawati mencapai 8 persen, Aburizal mencapai 4,4 persen, Ani Yudhyono mencapai 4,3 persen, JK mencapai 3, 7 persen.

Sementara itu, tingkat elektabilitas Surya Paloh mencapai 1,4 persen, Wiranto mencapai 1,1 persen, Sultan Hamengku Buwono mencapai 0,9 persen,  Dahlan Iskan mencapai 0,9 persen dan Hatta Rajasa mencapai 0,7 persen. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya