Berita

ahmad yani/ist

Ahmad Yani: EE Mangindaan Lebih Baik Mundur kalau Tak Bisa Atasi Kemacetan di Merak

SABTU, 07 JULI 2012 | 16:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Antrean panjang menuju Pelabuhan Merak, yang belum teratasi, membuat para sopir truk yang akan menyebarang ke Pelabuhan Bakauheni menuju Sumatera, stres. Karena, bukan saja tertekan secara emosional, mereka juga merugi.

"Banyak sopir yang telepon saya. 'Habis uang kami ini. Kalau gini terus kami bakar nanti (pelabuhan) ini.' Waduh kacau nih. Saya larang, 'Jangan-jangan.' Saya juga nggak tahu darimana mereka tahu nomor saya," ucap Wakil Ketua Fraksi PPP Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Jumat, 6/7).

Untuk itu, politisi vokal ini mendesak Menteri Perhubungan EE Mangindaan untuk mencarikan solusi agar persoalan kemacetan ini bisa teratasi. Apalagi, kata Yani, saat ini sudah mulai mendekati Ramadhan dan lebaran. Pendistribusian sembilan bahan pokok jangan sampai tersendat dari Pulau Jawa ke Sumatera.

"Kuartirnya terjadi kerusuhan lagi (kalau ini tak terselesaikan). Kemarin saja kan sudah terjadi kerusuhan di Merak itu," ungkap politisi asal Sumatera Selatan ini.

Dia memberi tenggat kepada Menhub untuk mengurai masalah kemacetan itu sebelum Ramadhan tiba.

"Minta bantuan (TNI) Angkatan Laut kalau alasannya kapal laut (kurang). Atau jangan-jangan ada permainan. Makanya secepat mungkin ini harus segera diatasi," tandasnya.

Menurut Yani, kemacetan di pelabuhan penyeberangan Merak menandakan EE Mangindaan tidak bekerja. Padahal, kemacetan ini sudah berlangsung lama dan menjadi pemberitaan banyak media.

"Kalau (EE Mangindaan) tidak mampu (menyelesaikan persoalan macet), lebih baik berhenti saja (sebagai Menhub). Apalagi yang dia lakukan," demikian Yani. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya