Berita

Anggito Abimanyu

Wawancara

WAWANCARA

Anggito Abimanyu: Saya Berusaha Mencegah Terjadinya Korupsi...

SABTU, 07 JULI 2012 | 09:04 WIB

RMOL.Merasa tertantang memperbaiki pelaksanaan haji dan umroh, Anggito Abimanyu menerima tawaran menjadi Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama.

“Saya sebenarnya nggak tahu ke­napa dipilih di posisi itu. Tapi saya senang dengan tugas ini. Saya berusaha sebaik mungkin agar kementerian ini bisa lebih baik,” kata Anggito Abimanyu ke­pada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Bekas Kepala Badan Kebija­kan Fiskal ini mengungkapkan, kesibukannya sebagai dosen Uni­versitas Gajah Mada  untuk se­mentara berhenti. Biar lebih fo­kus memperbaiki penyeleng­garaan haji dan umroh.

“Pak Menteri Agama minta saya untuk mengelola haji dan umroh bisa lebih baik, termasuk mengenai keuangannya,” ujarnya.

Berikut kutipan seleng­kapnya:

Bidang Anda bu­kan di Kementerian Aga­ma, kenapa Anda dipilih?

Saya akui memang di Kemen­terian Agama ini saya bukan ah­linya. Jurusan saya bukan da­ri il­mu agama. Tetapi setelah saya dikasih tahu bahwa permasala­han haji itu terkait dengan ma­salah pengelolaan manaje­men, ya saya terima.

Kementerian Agama sering disebut-sebut sarat korupsi, kok Anda mau?

Saya menerima jabatan ini bukan tanpa berpikir panjang. Saya ingin berkontribusi ikut memperbaiki, terutama pada pengelolaan dananya yang saat ini sekitar Rp 44 triliun.  

Anda siap mencegah ko­rupsi?

Insya Allah bisa saya perbai­ki. Saya  berusaha mence­gah ter­jadinya korupsi. Mem­per­baiki keruwetan proses pe­nye­lengga­raan haji dan umroh. Sa­ya mu­lai dari ling­kung­an saya sen­diri.    

Apa yang diperbaiki lebih dulu?

Kita perbaiki semuanya. Mu­lai pendaftaran lebih transparan, infor­masinya lebih terbuka, pen­daftaran langsung bisa melalui bank, sistem online transparan­sinya ditingkatkan, sampai pada pengelolaan keuangan diper­baiki. Saya tidak akan mem­pu­nyai kewenangan mengatur kur­si naik haji.

Maksudnya?

Ya, semuanya harus berdasar­kan nomor urut. Saat ini daftar tung­gu sekitar tujuh sampai dela­pan tahun. Pengelolaan dan pe­nempatan keuangan jemaah haji akan ditangani secara transparan.

Setiap uang yang mereka ta­namkan akan saya tanamkan atas nama Menteri Agama kepada jasa keuangan yang memberi nilai pengembalian. Kemudian nilai pengembalian itu diberikan ke­pada jamaah.

Apa itu saja manfaatnya bagi jamaah?

Saya pastikan setiap jamaah yang melakukan setoran awal akan mendapatkan manfaat. Ka­mi akan berbuat semaksimal mung­kin agar banyak manfaat yang diterima jemaah.    

Apa dengan sistem ini men­cegah korupsi?

Transparansi pengelolaan uang ibadah haji dan umroh ini untuk menghindari peluang korupsi. Seperti yang saya katakan tadi, saya tidak punya kewenangan apa-apa untuk mengatur kursi naik haji. Semuanya itu harus melalui nomor urut.    

Tapi banyak calon jemaah haji ingin lebih cepat kan?

Tidak boleh ada calon haji yang meminta privilege pembe­rangkatan haji. Semuanya harus sesuai urutan pendaftaran.

Pem­berian privilege bagi ca­lon ja­maah haji itu dapat me­ru­sak sis­tem penyeleng­garaan haji dan memancing berbagai per­soalan. Dampaknya akan me­nu­runkan kepercayaan publik ter­hadap pelayanan haji.    

Bagaimana jika terdapat pe­jabat Kementerian Agama yang memberikan keistime­waan?

Saya memastikan tidak boleh satu pejabat Ditjen Haji dan Umroh yang membawa-bawa calon jemaah haji, baik itu dari ka­langan politisi, birokrat, atau pengusaha. Semua calon jemaah haji berangkat sesuai nomor pedaftaran.

Itulah yang perlu diluruskan dulu. Saya tahu kalau banyak je­maah yang ingin berangkat haji dalam waktu secepatnya. Hal tersebut menumbuhkan peluang-peluang negatif. Artinya, sistem yang ada harus dikontrol.    

Bagaimana tanggapan Anda terkait dengan dugaan korupsi pengadaan Alquran?

Mengenai pengadaan Al­qu­ran itu bukan urusan saya. Itu kan ter­jadi jauh sebelum sa­ya ma­suk di kementerian ini.

 Sa­ya ini kan ba­ru bergabung minggu lalu. Saya tidak tahu soal itu. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya