Berita

Bahas Isu Sensitif, Demokrat Rangkul Partai Penguasa di Malaysia

SELASA, 03 JULI 2012 | 23:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Partai Demokrat dan partai politik terbesar di Malaysia, The United Malays National Organisation (UMNO), sepakat membentuk komite bersama untuk membahas persoalan-persoalan Indonesia-Malaysia. Diharapkan tahun ini, komite bersama itu sudah terbentuk.

"Kami sepakat bentuk komite bersama. Intinya komitmen kerjasama antara Demokrat dengan UMNO, terutama terkait isu sensitif. Kami yakin kalau dua partai ini kerjasama, akan punya kontribusi dan saling menguntungkan Indonesia dan Malaysia. Sebagai tetangga tak ada pilihan lain kecuali kerjasama dan persahabatan yang komprehensif,"  ujar Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, usai bertemu Deputy President UMNO, Muhyiddin Yassin, di Jakarta, Selasa (3/7).

Seperti tertulis dalam rilis Partai Demokrat, dalam pertemuan itu, Anas  didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua Divisi Kaderisasi dan Diklat DPP PD Gondo Radityo Gambiro serta sejumlah petinggi partai itu sendiri.


Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian Demokrat dan UMNO, dikatakan Anas, seperti persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI), wilayah perbatasan dan klaim sepihak budaya Indonesia oleh Malaysia. Kesepakatan membentuk komite bersama muncul setelah partainya mengungkapkan sejumlah isu sensitif tersebut, termasuk yang paling hangat adalah pengklaiman budaya bangsa Indonesia.

Sementara itu, Raditiyo Gambiro mengatakan komite bersama akan membahas isu -isu sensitif secara lebih substantif dan aplikabel. Konkretnya, kata dia, Demokrat dan UMNO bisa membentuk TKI Center di sejumlah daerah di Malaysia yang menjadi basis TKI.

"Kita berpikir ini poin penting yang disambut baik wakil presiden UMNO yang sekaligus wakil perdana menteri Malaysia, bahwa memang harus dibentuk komite bersama untuk membahas isu-tertentu," ujar dia.

Raditiyo menyontohkan membentuk TKI Watch atau TKI Center hingga level bawah. Wadah ini bisa menerima pengaduan langsung dari TKI dan ditindaklanjuti penanganannya secara baik.

"Mengingat, selama ini tidak ada wadah bagi TKI untuk mengungkapkan masalahnya yang dekat tempat TKI berdomisili," ujar Raditiyo, yang juga Wakil Ketua Komisi VIII.

Selama ini, jelas Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat itu, kendala TKI kalau mau mengadu adalah waktu dan letak geografis. Misalnya, TKI harus ke Kuala Lumpur atau konsultan yang jaraknya  jauh dari tempat kerja atau tempat tinggal TKI itu.

Diharapkan, lanjut Gondo Radityo, paling lambat Oktober nanti TKI Center sudah terbentuk semua wilayah-wilayah yang menjadi basis TKI di Malaysia.

"Kita akan segera kunjungan balasan ke UMNO dan bicarakan lebih detail soal itu. Paling lambat Oktober tahun itu mudah-mudahan sudah terbentuk," pungkas dia.  [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya