Berita

Olahraga

Turunkan 116 Pecatur, Jatim Bidik PON Remaja

SELASA, 03 JULI 2012 | 11:54 WIB | LAPORAN:

Jawa Timur yang menjadi daerah terbanyak mendaftar pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Junior 2012 optimistis bisa meraih target yakni merebut empat emas dari 14 emas yang diperebutkan.

Seperti diketahui, turnamen yang berlangsung hingga 5 Juli mendatang di Hotel Sahid, Jakarta ini, Jatim menerjunkan 116 atlet catur dari mulai usia 20 tahun ke bawah hingga 6 tahun ke atas.

Ketua Bidang Pertandingan dan Perwasitan Pengprov Percasi Jatim, Yoyo Santriono menyatakan, atlet yag ikut kejurnas ini merupakan hasil dari seleksi Kejurprov. Mereka berangkat ke Jakarta dengan biaya Pengprov, Pengkab dan Pengkot masing-masing.

"Untuk Juara 1 sampai 3 biaya keberangkatan mereka ditanggung oleh Pengprov. Sedangkan untuk rangking 4 dan 5 mereka dibiayai oleh Pengkab dan Pengkot masing-masing," katanya.

Lanjutnya, dari hasil Kejurnas tersebut akan diseleksi untuk persiapan pembentukan tim catur Jatim menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja mendatang. Terutama untuk pecatur kategori usia 16 tahun ke bawah.

"Kami akan mengusulkan kepada KONI Jawa Timur agar mempertandingkan catur di ajang PON Remaja. Pasalnya, kami optimistis catur Jatim mampu menyumbangkan minimal dua medali emas di ajang itu," katanya.

Para pecatur Jatim yang tampil di Kejurnas di antaranya, M. Ervan (Probolinggo), Galang Rambu Anarki (Surabaya), Maryatun (Lumajang), Aay Aisyiah (Malang) diharapkan mampu menyumbangkan medali emas. Selain itu, diperkuat juga Catur Adi Sagita (Pacitan) yang menjuarai Asean Age dan Ananda Putri (Sidoarjo).

Banyak pecatur Jatim, dismbut baik oleh Wakil Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto. Menurutnya, Jatim merupakan gudangnya para atlet dan patut dicontoh oleh daerah-daerah lain.

"Kami merasa kagum karena Jawa Timur paling banyak mengirimkan atletnya dalam Kejurnas kali ini. Ini sekaligus membuktikan bahwa pembinaan catur di Jatim patut di contoh daerah lainnya," katanya. [zul]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya