Berita

ilustrasi

Nusantara

RUU PEMDA

Jangan Lagi Samakan Jawa dan Luar Jawa

KAMIS, 28 JUNI 2012 | 18:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. RUU Pemerintah Daerah (RUU Pemda) yang sedang dibahas DPR diharapkan mampu memberi arah bagi pemerintahan daerah untuk mempercepat kesejahteraan daerah. Bukan hanya sibuk berdebat pada isu tarik-menarik bandul di antara kutub sentralisitik dan desentralistik.

Hal itu mengemuka dalam seminar bertema "Telaah Kritis RUU Pemerintahan Daerah" yang diadakan oleh Fraksi PKS, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6). Tampil sebagai narasumber antara lain peneliti otonomi daerah Universitas Indonesia, Teguh Kurniawan; pakar otonomi daerah, Khairul Muluk; ekonom INDEF, Enny Sri Hartati Hartati; dan anggota pansus RUU Pemda dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Azis Suseno.

Seperti diberitakan dalam rilis PKS, dalam seminar itu, Khairul Muluk menegaskan bahwa RUU Pemda saat ini harus memperhatikan isu penting bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas pemerintahan daerah.


Teguh Kurniawan berpendapat, untuk mencapai kesejahteraan, maka revisi UU Pemda harus memastikan berjalannya pelayanan publik yang lebih baik di daerah. Salah satunya dengan mempertegas pemahaman mengenai pelayanan publik yang ada di dalam RUU Pemda itu sendiri terlebih dahulu.

"Untuk memahami mengenai apa yang dimaksud dengan pelayanan publik ini lebih baik merujuk pada pengertian pelayanan publik menurut UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik," katanya.

Masih banyaknya daerah miskin dan tertinggal di era otonomi daerah ini, menjadi salah satu sorotan Abdul Aziz Suseno.  Menurut politisi PKS ini, kondisi demikian terjadi karena selama ini otonomi daerah masih dinikmati oleh kalangan elit daerah.  Padahal tujuan utama dari otonomi daerah adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Berkaitan dengan belum maksimalnya peningkatan kesejahteraan rakyat daerah yang lebih adil, Enny Sri Hartati berharap adanya perubahan dalam  penentuan komponen dana perimbangan dari pusat ke daerah. Menurutnya, selama ini telah terjadi  ketidakadilan dalam Penentuan Komponen Dana Transfer Daerah dan kebijakan cenderung seragam. 

Formulasi dana perimbangan cenderung menyeragamkan semua daerah, dengan memberlakukan sama antara Jawa dan luar Jawa. Padahal kondisi infrastruktur luar Jawa memprihatikan dan kondisi geografisnya berbeda. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya